Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Soal Galon Isi Ulang, Ahli Belum Temukan Dampak Gangguan pada Janin

Perdana Bayu Saputra • Kamis, 21 Juli 2022 | 19:15 WIB
Kandungan Bispenol A (BPA) di dalam galon isi ulang disebut berbahaya untuk kesehatan. Khususnya pada ibu hamil, dikhawatirkan membawa dampak buruk bagi janin. Tetapi informasi ini masih belum bisa dibuktikan hingga saat ini.  (Riana Setiawan/Jawa Pos)
Kandungan Bispenol A (BPA) di dalam galon isi ulang disebut berbahaya untuk kesehatan. Khususnya pada ibu hamil, dikhawatirkan membawa dampak buruk bagi janin. Tetapi informasi ini masih belum bisa dibuktikan hingga saat ini. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Kandungan Bispenol A (BPA) di dalam galon isi ulang disebut berbahaya untuk kesehatan. Khususnya pada ibu hamil, dikhawatirkan membawa dampak buruk bagi janin. Tetapi informasi ini masih belum bisa dibuktikan hingga saat ini.

Hal itu disampaikan Ketua Pokja Infeksi Saluran Reproduksi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Dr M. Alamsyah Aziz SpOG(K). Alamsyah mengatakan bahwa sampai saat ini dirinya berpraktik, tidak pernah menemukan adanya gangguan janin karena ibunya minum air mineral dari kemasan galon isi ulang.

Untuk itu Alamsyah mengatakan para perempuan khususnya ibu hanik tidak khawatir menggunakan air mineral dalam kemasan (AMDK) galon isi ulang. “Karena aman sekali dan tidak berbahaya terhadap ibu maupun pada janinnya,” katanya. Selama diproses dengan standar yang memenuhi regulasi, air mineral dalam kemasan aman untuk dikonsumsi.

Selain dikabarnya memiliki dampak buruk terhadap janin, BPA juga disebut bisa memicu kanker. Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof Aru Wisaksono Sudoyo menyebutkan, belum ada bukti air galon guna ulang menyebabkan penyakit kanker. Dia menegaskan 90-95 persen kanker itu dari lingkungan atau environment.

Prof Aru memaparkan, kebanyakan pasien yang terkena kanker karena paparan-paparan gaya hidup sehari-hari. Seperti kurang olahraga dan makan makanan yang salah. Lalu merokok dan kebiasaan tidak sehat lainnya.

“Jadi belum ada penelitian kemasan galon itu menyebabkan kanker,” ujar Prof Aru.

Seperti diketahui pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berencana membuat labelisasi pada galon isi ulang. Setiap galon isi ulang yang berizin, akan diberi label peringatan bahaya kandungan BPA. Kebijakan ini masih menuai polemik.

Sejumlah kalangan di DPR, berharap kebijakan ini ditinjau ulang. Sebab belum ada bukti empiris bahwa kandungan BPA di air galon membahayakan konsumen. Aspirasi tersebut diantaranya disampaikan anggota Komisi VII DPR Ribka Tjiptaning. Dia juga berpesan supaya BPOM objektif menjalankan regulasi labelisasi itu Editor : Perdana Bayu Saputra
#bpom #BPA pada Galon #Polemik Galon Isi Ulang #Prof Aru Wisaksono Sudoyo