Dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 15 tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacingan disebutkan bahwa bahwa cacingan merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Sebab, menjangkit di sebagian besar wilayah Indonesia dan dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan, dan produktivitas. Dalam peraturan menteri ini yang dimaksud dengan cacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing dalam tubuh manusia yang ditularkan melalui tanah.
"Untuk mengetahui cacingan, dengan pemeriksaan tinjanya, apakah mengandung telur cacing atau tidak," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo Tri Tuti Rahayu.
Namun, orang tua harus waspada dan jeli dengan mengenali tanda-tanda khas cacingan. Seperti, gatal di sekitar anus, terutama pada malam hari. Gelisah atau tidak nyaman saat tidur karena sering menggaruk di sekitar anus. Mudah marah dan tersinggung. Kemerahan atau iritasi kulit di sekitar anus dan sering merasa sakit perut. Selanjutnya kurang nafsu makan, sehingga bisa menyebabkan penurunan berat badan.
"Salah satu jenis cacing terlihat seperti potongan-potongan kecil mirip benang putih," ungkapnya.
Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi anak bisa terserang penyakit cacingan. Di antaranya tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan. Tidak menggunakan alas kaki saat keluar rumah. Mencuci tangan tanpa sabun setelah buang air besar. Sering menggigit kuku. Bermain di tanah yang kotor. Kurang memperhatikan makanan yang dikonsumsi.
"Maka, mari ajari anak untuk ber-PHBS (pola hidup bersih dan sehat) seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai alas kaki saat bermain di luar dan menghindari risiko cacingan," katanya.
Melihat faktor-faktor penyeban cacingan itu, orang tua bisa melakukan pencegahan. Caranya cukup mudah. Hanya dengan membiasakan pola hidup sehat dan bersih serta mengawasi aktivias anak-anak mereka.
Hindari anak – anak dari sumber-sumber penularan cacing, Menggunakan alas kaki setiap keluar rumah, selalu membersihkan tangan dan kaki dengan sabun setiap kali selesai bermain atau bercengkrama dengan tanah. Tidak buang air besar sembarangan. Membiasakan diri dan anak-anak untuk selalu BAB di jamban. Merebus air sebelum diminum. Menjaga kebersihan makanan dari lalat dengan selalu meutup makanan. Dan rutin konsumsi obat cacing minimal 6 bulan sekali.
"Apabila menemukan gejala-gejala cacingan segera ke puskesmas atau ke dokter untuk penanganan," ujar dia. (kwl/bun)
Kenali Gejala dan Antisipasi Cacingan
Tanda-Tanda
- Gatal di sekitar anus, terutama pada malam hari.
- Gelisah atau tidak nyaman saat tidur karena sering menggaruk di sekitar anus.
- Mudah marah dan tersinggung.
- Kemerahan atau iritasi kulit di sekitar anus dan sering merasa sakit perut.
- Kurang nafsu makan, sehingga berat badan turun.
Faktor Penyebab
- Tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.
- Tidak menggunakan alas kaki saat keluar rumah.
- Mencuci tangan tanpa sabun setelah buang air besar.
- Sering menggigit kuku.
- Bermain di tanah yang kotor.
- Kurang memperhatikan makanan yang dikonsumsi.
Pencegahan
- Menerapan pola hidup bersih dan sehat
- Mencuci tangan setelah beraktivitas dan BAB
- Mencuci kaki setelah bermain dengan tanah
- Memakai alas kaki saat bermain di luar
- Tidak buang air besar sembarangan.
- Membiasakan anak-anak selalu BAB di jamban.
- Merebus air sebelum diminum.
- Menjaga kebersihan makanan dari lalat
- Rutin konsumsi obat cacing minimal 6 bulan sekali.
- Bila ada gejala cacingan dibawa ke dokter.