William memasuki masa purnabakti pada 2020 setelah selama 28 tahun mengabdi dan melayani dengan sepenuh hati di rumah sakit setempat.
Penandatanganan berita acara serah terima jabatan dirut dilaksanakan secara khidmat di mini ballroom RS Dr. Oen Kandang Sapi Solo, Selasa (20/12). Disaksikan pembina dan pengurus Yayasan Kesehatan Panti Kosala, direksi, kepala bidang, kepala seksi, serta ketua Komite Rumah Sakit.
Acara diselenggarakan secara hybrid dimana seluruh kepala sub seksi rumah sakit hadir secara virtual melalui aplikasi video conference.
Ketua Umum Pengurus Yayasan Kesehatan Panti Kosala Halim Muktiono membuka tirai memori semasa bertugas bersama William. Di antaranya membangun gedung twin towers RS setempat pada 2014-2015.
“Berkat upaya dan kerja keras Pak William, rumah sakit berhasil melewati masa sulit saat proses pembangunan gedung twin towers,” ujarnya.
Halim berpesan kepada Andi dan manajemen RS Dr. Oen Kandang Sapi Solo selalu bersemangat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Solo.
Sementara itu, dalam sambutannya, William mengungkapkan, jabatan dirut merupakan anugerah luar biasa dari Tuhan. Selama sepuluh tahun menjadi dirut, momen terindah adalah menjalani lika-liku pembangunan gedung twin towers. Termasuk pemindahan pintu masuk poliklinik ke area basement 1 pada 2 Desember 2019.
Usai menyampaikan sambutan, secara simbolis, William menyerahkan dokumen dirut kepada ketua umum pengurus Yayasan Kesehatan Panti Kosala untuk kemudian diserahkan kepada Andi.
Memulai a new wonderful journey bersama RS Dr. Oen Kandang Sapi Solo, Andi berharap, seluruh bagian dari rumah sakit bisa melanjutkan segala hal yang sudah dibangun dengan apik oleh para pendahulu.
Andi mengajak seluruh civitas hospitalia mewujudkan visi rumah sakit menjadi institusi pelayanan kesehatan pilihan masyarakat dengan meneladani spirit of giving dari dr. Oen Boen Ing.
Sementara itu, untuk membekali perjalanan civitas hospitalia mengarungi tahun yang baru, Pembina Yayasan Kesehatan Panti Kosala dr. Handojo Tjandrakusuma berpesan agar setiap manusia menyadari bahwa foot print atau jejak kaki yang mereka tinggalkan akan diperhatikan oleh orang lain.
“Semakin sering kita melakukan tindakan terpuji, akan semakin baik pula kesan yang kita tinggalkan di benak orang lain. Filosofi itulah yang harus kita terapkan dalam kehidupan bekerja dan bermasyarakat,” pungkasnya. (*/wa) Editor : Damianus Bram