Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tetap Bugar di Usia 40 Tahun: Jaga Pola Makan, Rutin Medical Checkup

Damianus Bram • Minggu, 8 Januari 2023 | 20:00 WIB
dr Sherly Jeanne Kilapong
dr Sherly Jeanne Kilapong
RADARSOLO.ID - Menjaga kebugaran tubuh menjadi sebuah kebutuhan. Di bawah gempuran makanan siap saji dan pemanis buatan, pola makan dan hidup sehat wajib dijaga. Apalagi, penuaan mulai terlihat di usia 40.

Tanda-tanda penuaan sudah terlihat saat memasuki usia 40 tahun. Kemudian fungsi sensor tubuh akan terus menurun hingga memasuki masa lanjut usia (lansia). Masa-masa lansia atau geriatri dimulai di usia 65 tahun.

"Harus skirining deteksi dini, karena usai 40 tahun masuk usia-usia penuaan. Baru masa-masa lansia 65 ke atas. Pada usia-usia lansia atau geriatri prinsipnya semua organ di dalam tubuh berkurang kualitasnya. Seperti kita lihat kulit keriput dan rambut memutih," jelas dr Sherly Jeanne Kilapong.

Begitu pula metabolisme tubuh dan organ dalam lainnya. Kemampuan tubuh sudah banyak mengamai pengurangan porsi. Maka pada lansia harus dilakukan intervensi menyeluruh. Pada usia-usia tua, sensor tubuh berkurang. Misalnya lansia mengalami sakit, namun, merasa tidak terlalu nyeri. Padahal di dalamnya kondisi tulang sudah keropos.

"Jadi terjadi penurunan sensor motorik. Sinyal-sinyal yang terbaca tidak sesuai di dalamnya. Maka kita harus berupaya mengurangi dampak itu, apalagi itu proses alami. Karena saat ini ada penyakit-penyakit tua yang sering ditemui," kata direktur RSUD Waras Wiris Andong ini.

Penyakit yang kerap ditemui seperti cardiovasculer atau penyakit jantung. Lalu hipertensi dan diabetes melitus (DM). Bahkan jika lansia mengalami DM dan hipertensi akan memicu komplikasi penyakit lainnya. Kemudian ada juga penyakit asam urat. Lantaran zat purin pembentuk asam urat berlebih. Bahkan berada di darah.

Bisa juga disebabkan karena sensor ginjal tidak sensitif lagi. Sehingga, sisa-sisa metabolisme yang seharuskan keluar bersama urin justru diserap tubuh. Namun, tak serta merta lansia dilarang makan ini dan itu. Justru kebutuhan nutrisi harus tetap diberikan sesuai porsinya. Karena, sering juga ditemui lansia yang kekurangan gizi atau malnutrisi.

"Malnutrisi ini berbahaya. Karena ketakutan makan ini, takut makan itu, lalu ada pantangan tidak ada asupan nutrisi. Padahal jantung kita memompa darah itu butuh nutrisi, baik makronutrien maupun mikronutrien. Kalau ketakutan dan nggak mau makan, justru memicu malnutrisi karena memperburuk kondisi tubuh. Bahkan infeksi mudah sekali terjadi," jelasnya.

Lalu bagaimana menjaga kebugaran tubuh, baik usia muda maupun lansia? Sherly menyebut, ada beberapa tips yang bisa diterapkan. Terutama untuk mengantisipasi penuaan dini. Seperti menjaga pola hidup sehat. Bisa berupa olahraga rutin. Serta menggunakan waktu yang tepat dan cukup untuk beristirahat.

Kemudian menjaga pola makan. Yakni, rajin meminum air putih, konsumsi sayuran dan buah-buahan. Kemùdian minum susu serta mengurangi makanan atau minuman manis juga berminyak. Jika sudah memasuki usia 40 tahun, perlu dilakukan medical checkup secara berkala. Minimal satu tahun sekali.

"Dalam standar minimal, perlu juga medical checkup berkala. Jadi usia di atas 40 tahun, minimal setahun sekali dilakukan medical checkup,” ujar dia.

Tujuan medical checkup ini untuk mendeteksi dini hipertensi, DM, mencegah komplikasi kedua penyakit itu yang bisa memicu jantung. Sebab, kalau sudah terkena komplikasi maka harus dikelola seumur hidup. Baik pengobatan maupun pola hidup," ujar dia. (rgl/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#penuaan dini #cegah penuaan dini #Medical Checkup #Menjaga Kebugaran Tubuh #Pola Makan