Mengatasi masalah stunting, dimulai dari pencegahan. Dimulai jauh sebelum menikah dan merencanakan kehamilan, yaitu pada masa remaja.
"Pencegahan stunting sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Yakni pada masa remaja, khususnya remaja putri sejak usia 13 tahun," kata Kunari Mahanani, dokter sekaligus kepala UPTD Puskesmas Sukoharjo ini.
Kunari menambahkan, stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Seorang anak bisa dikatakan mengalami gangguan tersebut bila tinggi badan menurut usia mereka, lebih dari dua standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan anak yang ditetapkan World Health Organization (WHO).
"Stunting ini menurut saya adalah akibat. Nah, maka kita cari dulu, masalahnya dimana?," kata Kunari.
Dari analisa stunting di wilayah kerjanya, Kunari menemukan bahwa pangkal masalahnya ada di remaja putri. Ya, stunting dimulai dari prakonsepsi, ketika seorang remaja putri yang kemudian menjadi ibu, kekurangan gizi dan mengalami anemia. Karena itu, penting untuk melakukan pencegahan stunting sejak masa remaja.
"Remaja putri sekarang ini pola makannya salah, apa yang dimakan juga tidak sehat. Makanannya junk food. Ditambah lagi perilaku, sering begadang. Nah, ini. Pola makan dan perilaku seperti itu yang membuat tidak sehat," kata Kunari.
Agar bisa mencegah stunting, penting bagi remaja putri untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang. Konsumsilah berbagai macam makanan sehat, mulai dari makanan sumber nabati. Seperti sayuran, buah-buahan, dan makanan pokok. Kemudian makanan sumber hewani seperti susu, telur, ikan, daging, dan makanan sehat lainnya.
"Kalau terpaksanya jajan, maksudnya sekarang kan banyak juga ibu-ibu yang bekerja, dan tidak sempat masak. Biasanya, hanya makan jajan, ya jajan yang bergizi, jangan junk food. Banyak kan jajanan yang bergizi, bersayur, mengandung buah," bebernya.
Kemudian, makan sudah bergizi lalu ditambah dengan olah raga. Berolahraga secara rutin juga penting untuk membangun tubuh yang sehat dan kuat demi melahirkan anak yang sehat. Berolahragalah minimal 30 menit setiap hari.
"Untuk mencegah anemia, remaja putri dianjurkan untuk mengonsumsi tablet penambah darah sebanyak satu tablet per minggu. Kita kenal dengan pil cantik," katanya. (kwl/bun/dam) Editor : Damianus Bram