Tahun lalu, di Desa Baki Pandeyan tercatat sebanyak 316 kasus hipertensi. Terdiri dari laki-laki sebanyak 117 kasus dan perempuan 199 kasus.
Kondisi tersebut mendorong tim dosen dan mahasiswa STIKES Nasional Surakarta melakukan sosialisasi penyuluhan tentang hipertensi. Novena Yety Lindawati dan Muhammad Saiful Amin, dosen kampus setempat memaparkan materi tentang penyakit hipertensi dan pemanfaatan tanaman obat keluarga untuk pengobatan herbal antihipertensi di Balai Desa Baki Pandeyan, 6-7 Mei.
Sejumlah mahasiswa STIKES Nasional juga turut serta mendemonstrasikan cara pengolahan tanaman obat keluarga, senam, dan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan pada 6-7 mei 2023.
Dari hasil observasi di Desa Baki Pandeyan, mahasiswa STIKES Nasional berinisiatif memanfaatkan lahan yang dikembangkan oleh kelompok wanita tani desa setempat. Dimana lahan tersebut digunakan untuk menanam beragam hasil tani dan tanaman obat keluarga.
Selama ini, tanaman dari lahan tersebut hanya dimanfaatkan sebagai tambahan bumbu untuk masakan, maka dari itu, mahasiswa STIKES Nasional berinisiatif membuat produk dari hasil panen lahan kelompok wanita tani.
Selain itu, guna menunjang kegiatan kelompok wanita tani Desa Baki Pandeyan, mahasiswa STIKES Nasional memberikan tanaman obat keluarga sebanyak 102 tanaman meliputi, kunyit, jahe dan serai.
Tanaman tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal antihipertensi. Diantaranya serai yang bisa dibuat teh serai. Tim dosen dan mahasiswa STIKES Nasional telah menghasilkan produk teh kaya manfaat itu dengan merek Rajamontea.
Teh serai berbahan dasar teh hijau, jahe, serai, lemon, dan madu memberikan efek antioksi, sehingga dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Pada 2012, menurut penelitian Ullah et, al, teh serai efektif menurunkan tekanan darah tinggi dan menurunkan detak jantung. Sedangkan Koner et, al mengidentifikasi bahwa teh serai sebagai antioksidan dan menurunkan tekanan darah dengan ion potasium dari teh serai.
Untuk menunjang kegiatan tersebut, juga dilakukan pembagian minuman infus water antihipertensi berisi lemon, timun, dan daun mint. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Kepala Desa Baki Pandeyan Yamta.
“Selain bermanfaat bagi kesehatan masyarakat kami, produk inovasi dari dosen dan mahasiswa STIKES Nasional dapat dijual untuk meningkatkan perekonomian warga," ujarnya. (*/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono