Hipertiroid adalah kondisi klinis seseorang atau pasien yang disebabkan peningkatan sintesis dan sekresi hormon oleh kelenjar tiroid. Terjadi peningkatan konsentrasi hormon tiroid dalam jaringan.
“Akibat peningkatan sintesa hormon oleh kelenjar tiroid berupa meningkatnya pelepasan hormon tiroid,” ujar dr Diksi Novritasari Budyastuti Sp PD
Menurut dokter spesialis penyakit dalam ini, penyebab umum hipertiroid adalah penyakit graves di mana kondisi autoimun atau sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan lebih banyak hormon tiroid.
"Peningkatan sintesa hormon bisa disebabkan berbagai hal. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata dia.
Dokter yang berdinas di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri itu menuturkan, pemeriksaan itu dilakukan dengan mengukur thyroid stimulating hormone (TSH) atau free thyroxine (T4). Kondisi medis hipertiroid terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid, yaitu hormon triodotironin (T3) dan T4.
"Hormon tiroid memainkan peran penting dalam mengendalikan metabolisme tubuh, sehingga peningkatan produksi hormon ini dapat mempengaruhi berbagai sistem dan organ tubuh," kata dia.
Hipertiroid banyak dialami perempuan dibandingkan pria dengan perbandingan 3:1. Prevalensi perempuan lebih tinggi bisa dikarenakan genetik khususnya pada penyakit graves.
Perubahan hormonal di mana terjadi perubahan hormon selama siklus menstruasi, kehamilan, dan menopause dapat memengaruhi kelenjar tiroid. Peningkatan produksi hormon tiroid selama kehamilan atau setelah melahirkan (postpartum) dapat menyebabkan hipertiroid pada wanita.
Selain itu, gangguan autoimun (sistem kekebalan tubuh) dan kadar hormon estrogen yang lebih tinggi. Termasuk faktor lingkungan juga bisa memengaruhi. Misalnya stres fisik atau emosional yang tinggi, paparan radiasi dan infeksi virus bisa memicu atau memperburuk hipertiroid.
"Gejalanya (hipertiroid) itu sesak, rasa cemas juga berdebar-debar," kata Diksi.
Gejala lainnya adalah berat badan yang drop, tak tahan cuaca panas atau dingin. Bisa juga diare berkepanjangan, gondok dan lainnya. Paling sering, pasien hipertiroid yang ditanganinya datang dengan gejala diare, berat badan turun dan merasa cemas.
"Kelenjar tiroid ini di leher, bentuknya seperti kupu-kupu," kata dia.
Berbahaya atau tidaknya hipertiroid tergantung dengan apakah pasien mendapatkan penanganan dan mau menjalani pengobatan rutin hingga terkontrol. Namun jika pasien tak memeriksakan diri atau tidak menyelesaikan pengobatan secara tuntas maka bisa terjadi krisis tiroid.
"Keluhannya bisa lebih hebat. Misal diare, diare lebih hebat. Jantungnya bisa kena. Ada skoringnya juga, dihitung dulu," kata dia.
Saat krisis tiroid, denyut nadi bisa lebih dari 140 kali per menit dengan irama tak teratur. Itu juga bisa menjadi bahaya tersendiri. Karena itu bisa berpotensi mengarah serangan jantung yang mematikan.
Tata laksana penanganan hipertiroid di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, pasien akan diperiksa lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan itu, baru ditentukan penanganan yang tepat bagi sang pasien.
"Misalnya hipertiroid bisa diberi obat anti tiroid dengan dosis yang disesuaikan kondisi pasien. Misal kena hipertiroid pengobatan harus tuntas, kontrol rutin," terang Diksi. (al/bun) Editor : Damianus Bram