RADARSOLO.COM - Teh manis menjadi minuman yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat. Tetapi hati-hati bila meminum teh manis berlebih setiap harinya bisa berdampak pada kesehatan.
Konsumsi teh manis secara berlebih bisa memicu sejumlah penyakit. Salah satunya anemia. Sebab, teh mengandung suatu bahan yang bernama tanin.
“Bisa mengikat zat pada tubuh yakni zat besi,” ucap Ahli Gizi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, Sophia Denta Prapdika Sari, Jumat (7/7/2023).
Denta menjelaskan, apabila mengonsumsi teh bersamaan makanan yang mengandung zat besi akan terhambat oleh tanin. Hal itu menjadikan zat besi yang masuk dalam tubuh yang seharusnya akan dibentuk menjadi hemoglobin menjadi terhambat.
Teh mengandung kafein meski tak setinggi minuman kopi. Tetapi apabila dikonsumsi berlebih akan mengganggu pencernaan dalam tubuh. Kandungan kafein bisa memicu meningkatnya asam lambung yakni adanya iritasi pada saluran pencernaan.
“Gejalanya seperti mual, nyeri di bagian ulu hati dan diare. Apalagi dikonsumsi dengan kondisi perut kosong asam lambung menjadi semakin tinggi,” tambahnya.
Ancaman penyakit lain adalah diabetes. Sebab itu, dia meminta masyarakat untuk membatasi dalam mengkonsumsi teh manis setiap harinya.
Dia memberikan gambaran bahwa konsumsi gula maksimal hanya dibatasi 50 gram saja setiap harinya. Ada pun takarannya hanya empat sampai lima sendok makan saja. Apabila melebihi takaran tersebut dalam jangka panjang berpotensi mengidap diabetes.
“Berdasarkan jurnal yang saya baca untuk batasan mengonsumsi teh yakni 200 ml bagi seseorang yang memiliki aktivitas tinggi seperti olahragawan. Sedangkan apabila hanya mengonsumsi untuk dinikmati saja maksimal 100 ml. Hanya satu cangkir saja maksimalnya,” ucap Denta.
Potensi timbul penyakit dari kebiasaan meminum teh manis yang berlebih baru dirasakan dalam beberapa tahun kemudian. Seperti diawali dengan meningkatnya tekanan darah tinggi.
Begitu juga hemoglobin yang mulai mengalami penurunan. Jangka waktu efek yang ditimbulkan setiap orang berbeda-beda.
Apabila teh manis ditambah es batu saat dikonsumsi tidak memberikan pengaruh signifikan pada tubuh. Kecuali bagi mereka yang sedang flu maupun batuk akan menjadikan kondisi tersebut semakin parah.
“Perhatikan juga dengan kemasan yang digunakan. Apabila menggunakan plastik pakailah yang berstandar. Mengingat teh dengan suhu panas bisa memengaruhi kandungan plastik dalam minuman. Maka itu gunakan wadah yang berstandar dan tidak terlalu panas,” ucapnya.
Denta menegaskan, hanya menyarankan untuk membatasi dalam mengonsumsi teh. Bukan berarti untuk menghindari minuman tersebut. Tetapi juga perlu didukung dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Apalagi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah meluncurkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas)
Mulai dengan dimbangi dengan aktivitas fisik yang rutin dengan menyesuaikan kemampuan tubuh setiap harinya. Mulai dari jalan kaki hingga bersepeda yang disarankan pada pagi hingga sore hari. Dia tidak menyarankan olahraga dilakukan pada malam hari karena berpotensi serangan jantung secara mendadak.
“Jangan lupa untuk mengkonsumsi buah dan sayur setiap harinya. Tidak merokok karena mengandung nikotin dan tar. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sehingga mencegah penyakit lebih dini,” ujarnya. (ren/bun/dam)
Editor : Damianus Bram