Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bahayanya Makan Gorengan Berlebihan: Dipakai Berulang-Ulang Timbulkan Penyakit

Angga Purenda • Minggu, 16 Juli 2023 | 20:50 WIB
MENGGUGAH SELERA: Sajian berbagai gorengan sebagai lauk di salah satu warung makan di Desa Keden, Kecamatan Pedan, Klaten.
MENGGUGAH SELERA: Sajian berbagai gorengan sebagai lauk di salah satu warung makan di Desa Keden, Kecamatan Pedan, Klaten.

RADARSOLO.COM - Rasa gurih dan tekstur renyahnya gorengan membuat banyak orang ketagihan memakanannya. Akan tetapi perlu diketahui bahwa ada risiko, andai terlalu berlebihan memakannya.

Memakan gorengan secara berlebihan, ternyata  memicu penyakit hipertensi hingga jantung. Hal ini tentu perlu diwaspadai.

”Ketika makanan gorengan, coba perhatikan minyak goreng yang digunakannya. Kalau menggunakan minyak yang digunakan untuk menggoreng berkali-kali, maka kandungan lemaknya sangat tinggi. Ini bisa memicu pada peningkatan kolesterol,” ucap Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Klaten Rony Roekmito, Jumat (14/7/2023).

Lebih lanjut, Rony menjelaskan, mengonsumsi gorengan yang dimasak dengan minyak goreng sebanyak satu kali hingga dua kali dinilai tidak terlalu berbahaya. Kecuali bagi mereka yang memiliki riwayat dengan kadar kolesterol pada darah yang tinggi, tentu perlu untuk menghindari makanan gorengan.

Tidak mudah memang untuk menghindari makanan gorengan dalam konsumsi sehari-hari. Maka dari itu lebih baik mengetahui minyak goreng yang digunakan guna meminimalisir peningkatan kolesterol. Menurutnya, makanan yang terbaik apabila dimasak dengan cara dikukus.

“Kalau terlalu sering makan gorengan yang berlebih juga bisa memicu trigliserida tinggi. Ini juga lemak yang masih rangkaian dari kolesterol. Gejalanya seperti merasakan cengeng di bagian tengkuk, pundak, betis dan otot. Itu menjadi gejala awal,” ucap Ronny yang juga membuka praktiknya pada Klinik Pratama di Kampung Dadimulyo, Kelurahan Gergunung, Kecamatan Klaten Utara ini.

Hipertensi juga jadi ancaman jika terlalu makan gorengan. Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan penyumbatan plat pada pembuluh darah. Terutama di jantung, sehingga perlu diwaspadai penyakit tersebut untuk jangka panjang setelah sering makan gorengan berlebih.

Ronny meminta agar saat makan gorengan bisa diimbangi dengan aktivitas olahraga. Menurutnya, kegiatan tersebut paling efektif dalam menurunkan kolesterol karena banyaknya kalori yang keluar. Olahraga harus dilakukan secara rutin untuk menyesuaikan kemampuan tubuh.

“Selain itu juga bisa mengonsumsi obat. Termasuk beberapa makanan yang dipercaya menurunkan kolesterol seperti pisang, apel dan alpukat. Tetapi yang paling banyak mengeluarkan kalori ya dengan olahraga,” ucap Ronny.

Soal takaran makanan gorengan yang berlebih, Ronny mengungkapkan, tidak ada ukuran yang pasti. Dikarenakan kondisi kesehatan setiap orang berbeda-beda. Maka itu perlu melakukan pemeriksaan darah di laboratorium secara rutin.

“Kalau tidak merasakan gejala apa-apa bisa melakukan pemeriksaan enam bulan sekali. Tetapi kalau memiliki keluhan bisa melakukan pemeriksaan tiga bulan sekali maupun satu bulan sekali. Untuk melakukan pemeriksaan terhadap kadar kolesterol, asam urat, dan gula,” ucap Ronny.

Kenaikan tensi hingga kelainan di dalam tubuh seperti jantung, pankreas, hati dan ginjal juga harus diantisipasi. Hasil pemeriksaan dari laboratorium bisa dikonsultasikan kepada dokter guna mengambil langkah. Khususnya untuk meminimalkan dampak penyakit.

“Memang gorengan tidak bisa dihindari. Makanya sak madyo (tidak berlebih) dalam makan apa pun. Jangan terlalu banyak,” ucapnya. (ren/nik)

Editor : Damianus Bram
#makan gorengan #hipertensi #bahaya makan gorengan