Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Begini Cara Mengelola Stres ala Psikolog RSUD Wonogiri agar nggak Gampang Mletre

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 15 Agustus 2023 | 17:42 WIB
Psikolog RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Nurfitria Laili Hidayati memberikan pelayanan konsultasi kepada warga. (DOK.RSUD DR. SEODIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI)
Psikolog RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Nurfitria Laili Hidayati memberikan pelayanan konsultasi kepada warga. (DOK.RSUD DR. SEODIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI)

RADARSOLO.COM-Stres cenderung dianggap negatif bagi mayoritas masyarakat. Sebagai sesuatu hal yang mengganggu dan harus dihilangkan.

Padahal dalam hidup, stres diperlukan agar dapat beradaptasi ketika adanya tekanan, membuat pribadi menjadi lebih tangguh, mengasah kemampuan dalam menghadapi masalah, tingginya toleransi terhadap perubahan, serta motivasi mengembangkan kemampuan diri.

Stres tidak pernah bisa lepas dari kehidupan sehari-hari, namun stres bisa dikelola.
Stres adalah respons tubuh terhadap situasi yang menimbulkan tekanan, perubahan atau ketegangan emosi yang bisa dirasakan secara fisik ataupun psikologis.

Stres muncul ketika seseorang merasa terancam atau merasa takut dan adanya tuntutan yang mengharuskan individu tersebut untuk merespon. Berikut tips mengelola stres dari psikolog RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Nurfitria Laili Hidayati.

Penyebab

Penyebab stres tentunya beragam. Faktor eksternal berasal dari luar diri, atau dari lingkungan. Misalnya perubahan lingkungan, adaptasi, mengalami peristiwa atau kejadian yang tidak menyenangkan, bencana alam, kehilangan.

Faktor internal yang muncul dari diri sendiri. Misalnya memiliki standar yang tinggi baik ke diri sendiri atau ke orang lain, sehingga ketika tidak sesuai dengan kemampuan dan tidak tercapai dapat menimbulkan stres.

Stres tidak selalu negatif atau mengarah pada situasi negatif. Stres yang sifatnya negatif disebut dengan distress, dimana situasi yang memunculkan stres memberikan dampak yang tidak menyenangkan, merasa tertekan, terbebani.

Stres yang bersifat positif disebut eustress, dimana stres yang dirasakan membuat individu menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan atau membuat hidup menjadi lebih baik.

Misalnya, adanya tuntutan pekerjaan yang justru membuat dirinya jadi lebih tertantang dan termotivasi untuk mengembangkan kemampuan diri.

Gejala Stres

* Sulit berkonsentrasi, mudah lupa, sulit mengambil keputusan, dan sulit memahami informasi

* Meningkatkan detak jantung dan pernapasan, meningkatkan tekanan darah dampaknya bisa sakit kepala, merasa lelah berkepanjangan, sulit tidur, sulit makan

* Reaksi atau respon terhadap sesuatu hal, misalnya jadi mudah tersulut emosi, mudah marah, jadi lebih sensitif dari biasanya.

* Menarik diri atau enggan berkomunikasi, menunda-nunda pekerjaan,

Stres yang berkepanjangan dapat memunculkan gangguan psikologis, salah satunya yaitu gangguan depresi. Tekanan yang terus-menerus membuat kita menjadi kehilangan minat untuk beraktifitas, dan berfungsi secara baik dalam kehidupan sehari-hari, berfungsi saat bekerja, berfungsi saat di sekolah.

Depresi merupakan gangguan emosional atau suasana hati yang ditandai dengan kesedihan yang berkepanjangan, perasaan bersalah, merasa tidak berharga, pesimistis, hingga adanya ide kematian atau menyakiti diri sendiri dan berlangsung selama sekira dua pekan.

Jika sudah mengalami gangguan secara psikologis berat, maka membutuhkan penanganan secara khusus dari para ahlinya.

Manajemen Stres

Mengelola stres diperlukan agar dapat menjalani hidup dengan berkualitas. Langkah awal dalam mengelola stres adalah dengan mengetahui dan pahami sumber stres. Serta bagaimana cara merespon ketika stres itu datang atau dirasakan.

Ada dua jenis coping stres: coping stres merupakan kemampuan untuk mengurangi tekanan-tekanan yang menimbulkan stres.

Emotion Focus Coping

Bentuk coping yang dilakukan dengan menghilangkan emosi atau perasaan yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan situasi stres, seperti journaling, meditasi, olahraga, relaksasi pernapasan, melakukan hobi atau kegiatan positif lainnya yang disukai.

Problem Focused Coping

Bentuk coping yang dilakukan dengan memfokuskan menyelesaikan hal-hal yang memunculkan stres, misalnya stres terkait pekerjaan, memilih untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dianggap sebagai pemicu munculnya stres. (*/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#rsud dr soediran mangun sumarso wonogiri #manajemen #stres