RADARSOLO.COM - Cuaca panas ekstrem sedang melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Bengawan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat rata-rata suhu berkisar 35-38 derajat Celcius pada siang hari.
Dosen Fakultas Kedokteran UNS Nugrohoaji Dharmawan mengatakan, cuaca panas ekstrem rentan memunculkan gangguan kesehatan tubuh.
"Suhu tinggi mengganggu kesehatan tubuh dan kulit. Karena kulit adalah organ terluar untuk menjaga tubuh dari paparan matahari. Kalau kena panas, kulit paling berefek sehingga ada beberapa keluhan yang dirasakan masyarakat," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Solo di kliniknya, belum lama ini.
Rata-rata masyarakat mengeluhkan kulit semakin gelap akibat cuaca panas. Hal tersebut wajar karena bagian kulit yakni melanosit tengah memproduksi pigmen melanin. Pigmen inilah yang melindungi sel-sel didalam kulit dari serangan sinar UV matahari. Jika pigmen ini tidak ada atau berkurang. Manusia akan rentan terpapar sinar UV berlebih sehingga menyebabkan kanker.
"Melanin adalah sel warna yang menjadi pelindung. Semakin banyak, semakin gelap kulitnya. Normal manusia kalau kena panas kulitnya jadi gosong atau gelap. Karena pigmennya membesar untuk melindungi sel tubuh lebih dalam lagi," imbuh pria yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Surakarta.
fenomena ini harus dihadapi dengan baik oleh masyarakat. Guna menghindari penyakit-penyakit seperti dehidrasi, kanker kulit, dan sebagainya, perlu langkah-langkah dilakukan.
"Minimal dua sampai tiga liter minum air putih per hari. Sunblock juga bisa untuk meminimalisir paparan matahari. Bisa di-reply minimal 3 sampai 4 jam sekali," papar dia.
Tak lupa juga, adalah perawatan tubuh dari dalam. Yakni konsumsi makanan sehat buah dan sayuran.
"Kurangi aktivitas outdoor juga misalkan tidak ada keperluan. Kalau memang mau ke luar jangan lupa gunakan sunblock, topi, jaket atau perlengkapan yang bisa meminimalisir paparan sinar matahari," pungkasnya. (ul/nik)
Editor : Damianus Bram