RADARSOLO.COM - Optimalisasi layanan dibidang kesehatan terus dilakukan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Arif Zainudin Provinsi Jawa Tengah. Tak hanya fokus melayani penyakit kejiwaan, namun juga menangani penyakit non jiwa.
Kabag Umum RSJD Dr Arif Zainudin Provinsi Jawa Tengah Puji Hartati menuturkan, melalui Pergub Jawa Tengah Nomor 73 Tahun 2021, rumah sakit khusus tipe A ini telah berganti nama RSJD dr. Arif Zainudin, dari yang sebelumnya RSJD Surakarta.
Dari waktu ke waktu manajemen terus berupaya meningkatkan pelayanan. Salah satunya dengan mengembangkan pelayanan untuk penyakit non jiwa. Antara lain penyakit dalam, saraf, anak, penyakit kulit dan kelamin, hingga rehabilitasi napza.
"Kami merupakan rumah sakit khusus, meski begitu, secara regulasi diperkenankan untuk melayani penyakit diluar kekhususannya, yaitu non jiwa. Sehingga sejak lama, kami mulai berupaya melengkapi dokter spesialis selain psikiater," papar Puji.
Tahun ini pihak rumah sakit juga sedang melanjutkan pembangunan gedung lima lantai di sisi kanan rumah sakit. Dimana dari lima lantai, dua sudah difungsikan. Lantai dasar untuk pelayanan rawat jalan, sedangkan lantai dua diperuntukkan untuk rawat inap kelas VIP.
"Pembangunan lantai tiga juga sedang progres, semoga November selesai. Peruntukannya untuk kelas 1 sampai 3. Sedangkan untuk lantai empat dan lima akan diupayakan dapat dilanjutkan pada tahun depan. Rencananya lantai empat untuk asesment center. Lalu lantai lima untuk fasilitas umum seperti foodcourt," paparnya.
Kabid Pelayanan Medik, Aliyah Himawati mengatakan, rumah sakit yang memiliki lahan seluas 10 hektare lebih ini berkapasitas 260 tempat tidur. Di mana 30 bed dipersiapkan untuk rawat inap pasien non jiwa. Dan kedepannya tenaga medis akan ditambah.
"Kebutuhan kedepan itu, yang terutama psikiater. Sepuluh psikiater kami, dua diantaranya sudah pindah, dua beralih sebagai pejabat struktural. Dokter spesialis penyakit dalam sudah punya satu, saat ini makin banyak yang dirujuk untuk penyakit dalam kesini (jadi butuh tambahan juga)," ujarnya.
"Kami juga melirik instalasi Obgyn. Ini untuk menunjang instalasi atau poli anak yang telah kami punya," pungkas Aliyah. (atn/nik)