RADARSOLO.COM - Saat cuaca panas seperti sekarang ini, memang paling menyegarkan mengonsumsi yang dingin-dingin dan manis. Salah satunya es teh. Tapi ingat ya. Jangan keseringan karena dapat berdampak pada kesehatan.
"Memang sulit menghindari godaan minum yang dingin dan manis. Di antaranya es teh," ujar Direktur RSUD Ir Soekarno Sukoharjo Yunia Wahdiyati.
Apalagi saat ini, es teh yang dijual dengan beragam varian rasa, kental, dan tentu saja manis mudah dijumpai. Ukuran cup-nya relatif besar.
Dari sisi medis, kandungan gula dalam es teh manis menyumbang kalori tinggi. Konsumsi gula secara berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan.
Dampak lainnya, memicu kencing manis atau diabetes mellitus. Mengingat tak jarang konsumsi minuman manis juga dibarengi makanan yang manis-manis.
Ditambahkan Yunia, kafein dalam teh yang dikonsumsi berlebihan memicu kerja ginjal. “Teh yang kental dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan berkontribusi pada masalah gangguan lambung atau sembelit," ungkapnya.
Sebab itu, konsumsi makanan maupun minuman yang manis, tidak hanya es teh, harus bijak. "Boleh minum es teh manis, tapi ya secukupnya. Kalau bisa jangan terlalu kental dan manis. Kadar gulanya diatur," pesan dia.
Sebagai alternatif menghilangkan dahaga dengan es teh, bisa tanpa gula atau menggunakan pemanis rendah kalori.
"Minum air putih dan es boleh. Termasuk jus buah. Tapi ya kembali lagi, jangan pakai banyak tambahan gula. Apalagi ditambah kental manis," tandas Yulia. (kwl/wa)
Editor : Damianus Bram