RADARSOLO.COM - Cuaca panas akhir-akhir ini menyebabkan suhu udara meningkat. Sehingga membuat badan sering terasa panas dan lembab.
Tak hanya siang hari, di malam hari pun suhu udara juga membuat gerah. Tak ayal, banyak orang yang terus-terusan menggunakan kipas angin seharian agar lebih sejuk, bahkan saat tidur.
Namun penggunaan kipas angin yang berlebihan, terutama saat tidur, bagi sebagian orang justru menimbulkan rasa tidak nyaman dan berdampak buruk bagi kesehatan.
Dalam video di jejaring sosial TikTok, dr Kevin Mak, yang juga seorang konten kreator kesehatan, membagikan tanggapannya tentang penggunaan kipas angin di malam hari saat tidur.
Dokter Kevin Mak mengatakan, tidur dengan kipas angin tidak menjadi masalah. Namun, jika ruangan tertutup atau tidak memiliki sistem ventilasi justru dapat menimbulkan penyakit.
“Contohnya karena sirkulasi yang tertutup, debu sering kali naik dari permukaan sehingga menimbulkan risiko seperti asma, riwayat reaksi alergi, dan peningkatan hidung tersumbat," jelas dr Kevin Mak dalam video yang dibagikannya di TikTok, beberapa waktu lalu.
Dia juga menjelaskan bahwa kipas angin boleh digunakan selama tidak diarahkan langsung ke arah tubuh. Karena terlalu banyak paparan angin yang diarahkan ke wajah dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi seperti bells palsy.
"Tetapi secara umum, jika ruangan memiliki ventilasi yang baik dan tidak diarahkan langsung ke tubuh, penggunaan kipas angin saat tidur diperbolehkan. Ingatlah untuk membersihkan kipas angin secara rutin untuk membatasi debu yang beterbangan," tegasnya.
Di akhir penjelasannya, dr Kevin Mak menambahkan bahwa penggunaan kipas angin juga dapat meningkatkan kualitas tidur.
“Penggunaan kipas angin juga dapat menimbulkan apa yang disebut white noise, yaitu serangkaian suara yang merangsang otak untuk tidur lebih nyaman,” tandasnya. (mg19/ria)
Editor : Syahaamah Fikria