Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Nyamuk Wolbachia Aman Tekan Penyebaran DBD

Septian Refvinda Argiandini • Selasa, 28 November 2023 | 16:51 WIB
Ilustrasi DBD
Ilustrasi DBD

RADARSOLO.COM – Kasus demam berdarah dengue (DBD) terbilang masih cukup tinggi. Sebab  itu, perlu berbagai inovasi untuk menekan penyebarannya, terutama angka kematian.

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk menurunkan penularan ini adalah dengan menerapkan teknologi nyamuk ber-wolbachia.

Wakil Direktur Bidang Pendidikan dan Penelitian Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret dr Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, teknologi ini pada prinsipnya memanfaatkan bakteri alami wolbachia yang banyak ditemukan pada serangga. 

Bakteri itu selanjutnya dimasukkan ke dalam nyamuk aedes aegypti, hingga menetas dan menghasilkan nyamuk aedes aegypti berwolbachia. Dengan demikian, perlahan populasi aedes aegypti berkurang dan berganti menjadi nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia.

“Nyamuk aedes aegypti secara alami tidak memiliki wolbachia, karena itu menjadi lawan virus dengue. Maka jika nyamuk aedes aegypti memiliki virus wolbachia akan terjadi persaingan sehingga bisa menghambat dari virus dengue,” paparnya.

Konsep Wolbachia dapat dilakukan dengan cara menyuntikkan virus wolbachia pada telur nyamuk aedes aegypti. Setelah telur nyamuk itu menetas, akan menjadi nyamuk dengan bakteri wolbachia yang akan menghambat pertumbuhan virus dengue.

Sehingga nyamuk akan berkurang kemampuannya untuk menjadi penular dari virus dengue penyebab demam berdarah.

Baca Juga: Vaksinasi Kurangi Risiko Anak Kena Infeksi Demam Berdarah Berat

Meski demikian,  Tonang mengatakan, untuk memberantas penyakit tentu diperlukan segitiga kunci. Mulai dari faktor lingkungan, manusia, dan penyebabnya.

Menggunakan konsep nyamuk berwolbachia yang dilepaskan di alam, memang belum sepenuhnya efektif. Mengingat di alam masih banyak nyamuk aedes aegypti yang belum memiliki bakteri wolbachia.

Jika nyamuk berwolbachia bertemu dengan nyamuk aedes aegypti diperkirakan lama kelamaan nyamuk aedes aegypti juga akan mulai berkurang tergantikan dengan nyamuk ber wolbachia.

“Sebagai contoh seperti yang dilakukan di Jogja yang telah menyebarkan nyamuk berwolbachia sejak sepuluh tahun. Di daerah yang sudah menyebarkan nyamuk ber wolbachia, terjadi penurunan kasus DBD sampai 77 persen. Kenapa tidak 100 persen, karena di alam sana masih ada nyamuk yang tidak berwolbachia.

Maka tetap harus diperlukan penanganan atau pencegahan lain untuk mencegah kasus DBD saat ini.

Meski sudah ada inovasi nyamuk berwolbachia, masyarakat dan pemerintah tetap harus mengembangkan vaksin DBD untuk manusianya. Sehingga garis segitiga untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut tetap dilakukan.

Pemerintah sebelumnya telah banyak melakukan inovasi untuk mencegah penyebaran nyamuk aedes aegypti.

Pertama, dengan cara 3M plus, yaitu, menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang berpotensi dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti. 

Kedua, dengan cara pemberian vaksin pada manusia. Ketiga dengan cara penangan langsung dari penyebabnya dengan metode wolbachia.

“Maka selain itu tadi, bisa dilakukan dengan memberantas sarang nyamuk aedes aegypti. Sehingga nyamuk ini tidak bisa berkembang menjadi sarana penyebaran virus penularan dengue. Maka digunakan metode wolbachia ” paparnya.

Hingga saat ini di wilayah Solo belum menerapkan konsep metode melepaskan nyamuk wolbachia. Keberhasilan menggunakan metode wolbachia juga dipengaruhi oleh beberap faktor.

Di antaranya, jika nyamuk berwolbachia dilepas di daerah yang jumlah penduduknya padat. Maka efektifitas perkembangannya akan lebih tinggi. Hal tersebut lantaran jarak terbang nyamuk aedes aegypti terbatas.

“Khusus wilayah Solo memang belum termasuk menjadi area penyebaran nyamuk wolbachia. Kami masih memantau progress perkembangan di Jogja,” tandasnya. (ian/bun) 

Editor : Damianus Bram
#aedes aegypti #nyamuk #demam berdarah dengue #wolbachia #DBD