Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Anak Introvert Bukan Antisosial, Begini Cara Pendekatannya ala PPKB P3A Wonogiri

Iwan Adi Luhung • Minggu, 24 Desember 2023 | 15:50 WIB
Ilustrasi kekerasan terhadap anak.
Ilustrasi kekerasan terhadap anak.

RADARSOLO.COM-Seorang anak kadang sering dianggap introvert. Dimana mereka kadang terlihat suka dengan kesunyian dan ketenangan.

Situasi ini sejatinya bukan sebuah hal yang perlu ditakutkan orang tua, namun hanya perlu bimbingan.

Konselar Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB P3A) Wonogiri Afrilin Dewi Purnama mengatakan, introvert bukan berarti anti sosial.

"Bukan berarti orang atau anak yang introvert itu tidak bisa berbaur dengan orang-orang atau antisosial juga," ujar wanita yang akrab disapa Dewi itu.

Menurutnya, anggapan bahwa anak yang introvert itu adalah antisosial, salah kaprah. Itu perlu diluruskan.

Dewi menuturkan, anak introvert masih bisa berbaur dengan lingkungan. Hanya saja, saat berada di tempat ramai, introvert seperti menghabiskan banyak energi.

"Saat kembali ke tempatnya, dia merasa seperti di rumah atau kamarnya yang tenang. Dia merasa 'ini loh aku' bisa lebih explore dirinya," bebernya.

Meski begitu, orang tua juga perlu memperhatikan anaknya yang cukup introvert. Bisa saja orang tua datang ke psikolog untuk berkonsultasi lebih jauh.

Sebab, ada anak introvert yang bisa mengatasi permasalahannya sendiri, namun ada juga yang belum bisa.

Dewi memberikan contoh, ada beberapa anak introvert yang berkonsultasi ke pihaknya.

Ada beberapa cara anak introvert menyelesaikan masalahnya, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi.

Anak tersebut membuat grup WhatsApp (WA) yang berisi anak itu sendiri. Seperti di-diary, anak itu mengirimkan pesan kepada dia sendiri, seperti tengah curhat.

"Mengirim pesan bagaimana yang dia rasakan. Bisa melegakan batin. Alangkah lebih baik keluarga anak introvert itu bisa memahami bahwa anak itu adalah introvert. Jangan paksa anak menjadi ekstrovert," kata dia.

Untuk mendeteksi anak introvert memiliki permasalahan, pendekatannya harus ekstra dan perlahan. Misalnya dengan mengobrol dengan pemikiran sesuai usia anak.

"Saat pikiran orang tua bisa disamakan seperti anak, maka bisa masuk ke pemikiran anak. Saat itu bisa berkata 'apa ada yang ingin diceritakan atau semacamnya," paparnya.

"Saat orang tua sudah bisa masuk dan anak tidak punya jalan keluar (atas masalahnya) maka anak bakal cerita. Misalnya seperti yang mengirim pesan di grup yang isinya dia sendiri tadi, pasti diceritakan," sambungnya.

Menurut Dewi, orang tua juga sebaiknya tidak memaksa anak introvert untuk bisa menjadi anak ekstrovert. Sebab, hal itu bisa membuat mereka tertekan. (al/nik)

 

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#antisosial #anak #Introvert #Pendekatan