RADARSOLO.COM - Tak sedikit yang mengartikan introvert dengan pribadi yang pendiam. Padahal, introvert memiliki makna yang lebih luas. Bahkan, seorang introvert pun sebenarnya tetap bisa berkumpul dan berinteraksi dengan orang-orang.
Lantas, bagaimana sebenarnya pribadi intorvert?
Kepribadian introvert adalah sikap seseorang yang cenderung lebih fokus pada perasaan, menyukai lingkungan yang tenang atau menyendiri dan rendah akan rangsangan sosial.
Seorang introvert sebenarnya tetap bisa bergaul dan berinteraksi dengan banyak orang.
Namun, mereka seringkali merasa lelah dan membutuhkan waktu sendiri untuk memulihkan tenaga. Atau recharge energi setelah berinteraksi dengan banyak orang.
Kondisi introvert ini berkebalikan dengan seorang ekstrovert. Di mana seorang ekstrovert justru sangat suka dengan aktivitas sosial, berkumpul dengan banyak orang dan selalu ingin dalam suasana keramaian.
Dua kondisi yang sangat jauh berebeda ini ternyata juga berkaitan dengan reaksi otak. Di mana introvert dan ekstrovert mempunyai reaksi yang berbeda terhadap dopamin.
Salah satu penggagas teori introvert dalam dunia psikologi adalah psikiater Swiss, Carl Gustav Jung.
Dalam bukunya berjudul "Psychological Types" yang terbit pada 1921 silam, dituliskan bahwa setiap orang dapat diklasifikasikan sebagai introvert atau ekstrovert. Dia membandingan introvert dengan dewa Yunani, Apollo, yang menyoroti tentang pemahaman.
Jung mengklaim seorang introvert sibuk dengan dunia refleksi, mimpi, dan visi batin mereka. Mereka mungkin tidak tertarik untuk mengikuti kegiatan bersama orang lain.
Setelah terbitnya buku Jung itu, banyak psikolog yang menciptakan teori lebih mendalam mengenai introvert dan ekstrovert.
Seorang introvert sendiri sebenarnya juga memiliki kelebihan. Salah satunya dia memiliki pengamatan atau observasi yang baik. Berikut kelebihan pribadi introvert, dilansir dari jasoncornes.
Kelebihan Pribadi Introvert
1. Punya wawasan luas dan empati
Pribadi introvert tidak begitu suka banyak berbicara. Mereka cenderung lebih suka mendengarkan. Sehingga seorang intovert mampu menyerap lebih banyak informasi tentang orang lain.
Kemampuan introvert dalam memahami orang lain membuat mereka lebih dihargai, karena mereka memperhatikan detail-detail kecil.
Hubungan dengan introvert juga sering dikaitkan dengan pengalaman positif karena perhatian dan pemahaman yang mereka berikan.
2. Motivasi diri
Introvert masih bisa memiliki waktu santai dan mengobrol. Namun, mereka tidak harus bergantung pada rangsangan eksternal.
Mereka akan merasa sangat bahagia saat bekerja sendiri dengan ritme mereka sendiri, tanpa gangguan atau pengawasan.
Dengan kondisi tersebut, intorvert sangat ideal sebagai pelajar, karyawan, atau pemilik usaha kecil yang mandiri. Sebab, mereka memiliki motivasi intrinsik yang kuat untuk mencapai tujuan.
3. Fasih dan bijaksana
Intorvert biasa berbicara dengan melakukan pertimbangan dan pemikiran matang terlebih dahulu. Sehingga apa yang mereka ungkapkan lebih bernilai.
Dengan kelebihan itu, intovert biasanya juga memiliki kebijaksanaan dan ketenangan yang baik.
Bahkan, sebenarnya introvert dapat menjadi pembicara publik yang sangat karismatik.
4. Introspektif
Introvert memiliki pemahaman yang mendalam tentang diri mereka sendiri, pada tingkat yang mungkin sulit dipahami oleh orang lain.
Mereka secara terus-menerus melakukan pertimbangan dan mengevaluasi kekuatan, kelemahan, pengalaman masa lalu, dan tujuan masa depan mereka.
5. Berusaha untuk menyenangkan
Introvert cenderung berhati-hati dan melibatkan kepekaan tinggi dalam menyampaikan diri dan menerima umpan balik. Mereka jarang terlibat dalam kecerobohan atau kurang perhatian.
Kelemahan Pribadi Introvert
1. Sangat sensitif
Orang introvert cenderung lebih peka terhadap rangsangan lingkungan dibandingkan dengan orang ekstrovert.
Kondisi ini membuat mereka mudah merasa terganggu oleh suara, cahaya, atau bau yang tidak diinginkan. Mereka juga lebih peka terhadap perasaan dan emosi mereka sendiri maupun orang lain.
2. Kecemasan atau kekhawatiran
Intorvert memiliki sensitivitas yang tinggi. Membuat mereka lebih mudah merasa cemas atau merasa terlalu banyak memikirkan suatu keputusan atau percakapan yang telah berlalu.
Itu sebabnya introvert perlu waktu istirahat dan waktu sendiri untuk recharge atau menghindari kelelahan dan kelebihan rangsangan.
3. Tak suka interupsi
Introvert cenderung mudah terpengaruh oleh gangguan dari luar. Mereka merasa sangat frustrasi ketika terus-menerus diinterupsi saat mencoba berkonsentrasi.
4. Bisa jadi pendiam dan tidak tegas
Introvert kadang merasa tenggelam di antara suara-suara yang lebih keras dan terus-menerus.
Mereka bisa sangat diam dalam sebuah rapat atau kumpulan orang karena tengah mempertimbangkan sungguh-sungguh respons yang akan diambil.
Terkadang, introvert memiliki ide terbaik. Namun, mereka mungkin memilih untuk tetap diam dan tidak bersaing demi mendapatkan perhatian.
Meski demikian, introvert bisa berbicara aktif jika berada di lingkungan yang menghormati dan mendukung mereka.
5. Bisa tampak menyendiri
Seorang introvert mungkin terlihat sulit didekati. Tapi sebenarnya mereka tidak bermaksud untuk menjadi sulit didekati.
Hanya saja, mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk membuka diri. Terutama saat mereka memulai pekerjaan baru atau bergabung dengan kelompok yang sudah ada.
Namun setelah merasa nyaman, introvert tetap bisa melebut, bahkan menjadi rekan kerja yang perhatian dan baik. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria