Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Mengenal Diet Paleo, Metode Konsumsi Makanan ala Nenek Moyang: Berikut Jenis Makanan yang Bisa Masuk List

Syahaamah Fikria • Sabtu, 6 Januari 2024 | 23:30 WIB
Ilsutrasi diet paleo.
Ilsutrasi diet paleo.

RADARSOLO.COM - Ada beragam metode diet yang bisa dipraktikkan bagi seseorang yang ingin memulai hidup sehat. Salah satunya adalah diet paleo atau diet paleolitik.

Diet ini dilakukan dengan metode mengonsumsi makanan yang diyakini telah tersedia bagi nenek moyang umat manusia selama zaman paleolitikum.

Memang tak mudah menentukan secara tepat apa yang dikonsumsi para pendahulu manusia di seluruh dunia.

Namun, diyakini bahwa makanan utuh menjadi makanan utama para nenek moyang terdahulu.

Semisal bisa dicatat, manusia zaman itu diperkirakan mengalami penyakit gaya hidup yang jauh lebih rendah dibanding masa kini. Adapun pengakit gaya hidup itu seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Bergantung pada apa yang dapat diakses pada zaman tersebut dan di mana mereka tinggal, manusia paleolitikum mampu bertahan hidup dengan beragam makanan.

Nenek moyang terdahulu mengonsumsi asupan bergizi tinggi dan menjalani kehidupan yang aktif secara fisik.

“Jika Anda menjalani diet paleo, fokuslah pada makanan tertentu,” kata ahli gizi Deepti Khatuja, seperti dikutip dari JawaPos.com, Sabtu (6/1).

Berikut ini sejumlah makanan yang bisa dikonsumsi saat menjalani diet paleo:

Daging tanpa lemak: daging sapi, domba, ayam, kalkun, dan babi

Ikan: salmon, trout, haddock, udang dan kerang

Buah-buahan: apel, pisang, jeruk, pir, alpukat, stroberi dan blueberry.

Sayuran: brokoli, kangkung, paprika, bawang bombay, wortel dan tomat.

Kacang-kacangan: almond, kacang macadamia, kenari, dan hazelnut

Biji-bijian: biji bunga matahari dan biji labu kuning

Rempah-rempah: bawang putih, kunyit dan rosemary

Telur: diperkaya Omega 3

Selain memperhatikan makanan yang baik dikonsumsi, pelaku diet paleo juga harus mengetahui makanan-makanan olahan yang harus dihindari. Seperti keripik, biskuit, cookies dan mi instan.

Makanan olahan dari biji-bijian pun juga baik untuk dihindari. Semisal roti, pasta, gandum, sereal, spelt, rye, dan barley.

Lebih lanjut, makanan yang sebaiknya dijauhi adalah produk susu rendah lemak, kacang-kacangan dan lentil, gula rafinasi seperti permen, coklat, es krim, kue kering, dan kue.

Kemudian, minyak olahan misal minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak biji kapas, minyak jagung, minyak biji anggur, dan minyak safflower.

Metode diet paleo tentu memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan tubuh termasuk potensi penurunan berat badan, kontrol gula darah, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, dan pencernaan lebih baik.

Namun demikian, terdapat kemungkinan efek samping menjalani diet paleo. Seperti kekurangan nutrisi jika tidak seimbang.

Bagi seseorang yang baru memulai metode diet ini, mungkin juga akan merasakan kelelahan karena kurangnya konsumsi energi yang memadai atau mengidam karena periode penyesuaian.

Selain itu, pola makan ini juga berisiko mengalami kekurangan kalsium dan vitamin D, di mana keduanya penting untuk kesehatan tulang.

Diet paleo adalah diet yang khusus dan spesifik. Oleh karena itu, disarankan untuk mengikuti bimbingan ahli nutrisi profesional sebelum memulai diet tersebut. Serta tetap dilakukan di bawah bimbingan yang tepat selama menjalani diet paleo tersebut. (jpg/ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#daging #diet paleo #Telur #nenek moyang #kacang #diet