Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hal yang Harus Dilakukan bagi Ibu Hamil Perdana: Siapkan Psikis, Perlu Pemeriksaan Terpadu

Angga Purenda • Minggu, 25 Februari 2024 | 23:38 WIB
Ilustrasi ibu hamil. (RADAR SOLO PHOTO)
Ilustrasi ibu hamil. (RADAR SOLO PHOTO)

RADARSOLO.COM - Bagi pasangan suami-istri baru jangan terlalu larut dalam perasaan senang saat mengetahui hasil tes kehamilannya positif.

Ada hal penting yang harus segera dilakukan agar janin yang dikandung tetap sehat sampai melahirkan. 

Persiapan akan menentukan kelancaran proses kehamilan selanjutnya. Bagi mereka pasangan baru akan muncul kebingungan perihal apa yang harus diperbuat.

Agar tidak salah langkah bisa melakukan konsultasi awal ke bidan maupun dokter terlebih dahulu.

Bidan Desa Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah Tina Farida Moestofa menyarankan bagi pasangan baru bisa langsung ke bidan desa yang terdekat. Bisa juga ke tenaga kesehatan yang berkaitan dengan kebidanan seperti dokter spesialis.

"Termasuk datang ke klinik yang memiliki layanan ibu hamil, pertama kali harus itu,” jelas Bidan Desa Kelurahan Buntalan,Tina Farida Moestofa.

Tina mengungkapkan, dengan mendatangi bidan desa maupun dokter spesialis kandungan, calon orang tua akan menerima informasi dan edukasi.

Termasuk akan dilakukan pendataan awal atas kondisi calon ibu di awal kehamilan.

“Pada kehamilan awal, ada yang wajib dilakukan. Yakni pemeriksaan kehamilan terpadu. Memang itu sudah program pemerintah. Jadi begitu diketahui hamil, segeralah dilakukan pemeriksaan kehamilan terpadu. Difokuskan pada pemeriksaan laboratorium, mulai dari cek HIV, HBsAg dan sifilis,” tambah Tina.

Tina mengungkapkan, pemeriksaan terhadap tiga hal itu diwajibkan. Hal itu untuk menentukan langkah selanjutnya ketika calon ibu diketahui terjangkit salah satunya.

Harapannya bisa langsung ada tindakan medis guna meminimalisir gangguan selama masa kehamilan hingga melahirkan.

Selain tiga hal itu, calon ibu juga akan diperiksa terkait hemoglobin apakah normal atau tidak. Apabila sampai kurang dari batas yang ditentukan dapat segera diantisipasi.

Maka itu dirinya menilai begitu pentingnya pemeriksaan kehamilan terpadu di semester awal kehamilan.

“Pemeriksaan kehamilan terpadu ini bisa dilakukan di puskesmas. Termasuk di rumah sakit juga bisa. Harapannya melalui pemeriksaan awal itu akan aman dan sehat pada proses persalinan yang akan datang,” ujar Tina.

Sementara itu, dari calon ibu sendiri ada sejumlah hal yang bisa dilakukan saat mengetahui dirinya tengah hamil.

Seperti mulai mengurangi mengangkat dan menarik barang dengan beban yang berat. Kemudian dari penerapan pola makan dengan menu makanan empat bintang bagi ibu hamil.

Tina mengungkapkan, bagi calon ibu yang mengandung anak pertama untuk aktif melakukan komunikasi dengan bidan desa.

Hal itu untuk mendapatkan segala informasi sehingga mengetahui apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Harapannya bisa melindungi dan mendukung tumbuh kembang janin.

“Istirahatnya juga perlu diperhatikan. Termasuk psikisnya harus bisa dikondisikan. Terkadang ada ibu yang mengalami baby blues setelah melahirkan karena belum siap menjadi seorang ibu,” ujar Tina.

Di lain sisi, peran dari sang suami juga diperlukan oleh ibu hamil. Bahkan dirinya menyarankan agar suami juga bisa mendampingi istrinya saat mengikuti kelas ibu hamil. Diharapkan mereka bisa menjadi suami siaga.

“Kami sebagai bidan juga akan memberikan edukasi dan masukan agar menjadi suami siaga. Misalnya saat melakukan pemeriksaan seperti siap untuk mengantarkan istrinya. Termasuk dukungan suami sangat diperlukan saat masa menyusui,” ujar Tina. (ren/bun)

Editor : Damianus Bram
#pasangan suami-istri #melahirkan #kehamilan #pasutri #bidan desa