Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kenali Apa Itu Hematoma Subdural Akut yang Sebabkan Pencipta Dragon Ball Akira Toriyama Meninggal

Syahaamah Fikria • Sabtu, 9 Maret 2024 | 01:59 WIB
Akira Toriyama, pencipta komik Dragon Ball meninggal dunia.
Akira Toriyama, pencipta komik Dragon Ball meninggal dunia.

RADARSOLO.COM - Para pecinta manga Dragon Ball berduka. Karena Akira Toriyama, kreator legendaris pencipta Dragon Ball telah meninggal dunia pada Jumat (1/3), karena hematoma subdural akut.

Kabar meninggalnya Akira Toriyama diumumkan resmi oleh Bird Studio dan diunggah di akun media sosial X Dragon Ball Official.

Pencipta Dragon Ball itu meninggal dalam usia 68 tahun karena mengidap hematoma subdural akut.

"Teman-teman dan partner yang terhormat. Kami sangat sedih memberi tahu kalian bahwa pencipta manga Akira Toriyama meninggal dunia pada tanggal 1 Maret karenma hematoma subdural akut," demikian keterangan Bird Studio.

Pemakaman Akira Toriyama telah dilaksanakan, melibatkan keluarga dan sejumlah kerabat.

Lantas, apa penyebab dan gejala hematoma subdural akut yang diderita seniman manga asal Jepang itu?

Dilansir dari halodoc, subdural hematoma atau perdarahan subdural adalah kondisi ketika darah menumpuk di antara dua lapisan di otak, yaitu lapisan arachnoid dan lapisan dura atau meningeal.

Atau sederhananya, pendarahan yang terjadi di dalam tengkorak kepala tapi di luar jaringan otak yang sebenarnya.

Diketahui, otak dilindungi oleh tiga lapisan membran atau penutup (disebut meningen). Yakni lapisan luar (dura), tengah (arachnoid), dan dalam (pia).

Letak meningen di antara tulang tengkorak dan jaringan otak yang sebenarnya. Berfugsi menutupi dan melindungi otak.

Pada kasus subdural hematoma, pembuluh darah di celah antara dura dan arachoid pecah. Sehingga menyebabkan penumpukan darah dan menekan otak.

Baca Juga: Benarkah Suplemen Kesehatan Berefek Negatif dan Bahaya Bagi Tubuh? Simak Penelitian dan Faktanya

Pembuluh darah yang pecah pada kondisi ini seringnya adalah pembuluh vena.

Pecahnya pembuluh darah di ruang subdural bisa disebabkan karena cedera kepala berat, misalnya akibat kecelakaan, olahraga yang melibatkan kontak fisik, dan kekerasan fisik atau pukulan keras ke kepala.

Untuk kasus tertentu, cedera kepala ringan atau berulang juga bisa menyebabkan subdural hematoma.

Faktor Risiko Hematoma Subdural

Hematoma subdural dapat menimpa orang yang mengalami cedera kepala parah.

Hematoma subdural akut terbentuk secara bertahap beberapa minggu setelah cedera kepala ringan.

Biasanya sering dialami lansia atau seseorang yang menggunakan obat antikoagulan (pengencer darah), minum alkohol berlebihan, atau memiliki kondisi medis lain.

Penyebab Hematoma Subdural

Untuk sebagian besar kasus, hematoma subdural disebabkan cedera kepala yang parah. Darah akan mengisi area otak dengan cepat.

Hematoma subdural juga bisa menimpa seseroang yang mengalami cedera kepala ringan. Biasanya terjadi pada lansia atau orang tua. Disebabkan pembuluh darah yang kian longgar akibat atrofi otak.

Gejala Hematoma Subdural

Gejala hematoma subdural juga tergantung pada tingkat keparahan cedera yang dialami, ukuran, dan lokasi hematoma.
Gejala bisa cepat muncul setelah mengalami cedera.

Namun, ada juga yang tidak cepat muncul gejala. Sehingga seseorang yang mengalami cedera itu pada mulanya akan terlihat baik-baik saja (lucid interval).

Berikut gejala-gela hematoma subdural:

- Kehilangan atau perubahan tingkat kesadaran.
- Sakit kepala.
- Bicara melantur.
- Perubahan kepribadian.
- Napas yang abnormal.
- Kesulitan berjalan.
- Kelemahan pada satu sisi tubuh.

Pengobatan Hematoma Subdural

Untuk menentukan pengobatan hematoma subdural, dokter akan memperhatikan kondisi klinis dan radiologis penderita.

Pengobatan dilakukan dengan medikamentosa untuk menurunkan peningkatan tekanan intrakranial.

Tindakan operasi akan dilakukan jika ditemukan gejala-gejala progresif, baik pada kasus akut maupun kronik.

Operasi ini bertujuan mengeluarkan hematom.

Namun, sebelum mengambil keputusan operasi, dokter akan memperhatikan sejumlah hal. Seperti airway, breathing, dan circulation. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#pendarahan #dragon ball #hematoma subdural #otak #Akira Toriyama