RADARSOLO.COM - Tiga remaja di Krembangan Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya mengalami halusinasi dan teler setelah diduga dicekoki kecubung.
Kejadian tiga remaja dicekoki kecubung itu viral di media sosial X, setelah diunggah akun @Little_secret9.
Dalam video viral itu, tampak seorang remaja yang teler dan lemas, dibopong dua remaja lain.
Terlihat pula remaja lain yang tergetak di lantai, seperti tengah mengigau.
Remaja yang mengalami halusinasi karena mabuk kecubung itu dikerubungi sejumlah warga dan petugas.
"Ini jahat banget sih, 3 bocah diberi kec*b*ng dan obat terlarang yang menyebabkan halu, di Bulan Ramadhan yang suci ini patutnya berbuat kebaikan bukannya merugikan orang lain," tulis akun @Little_secret9.
Ya, buah kecubung selama ini memang dikenal punya efek hebat, mengakibatkan orang yang mengonsumsinya bisa mabuk dan berhalusinasi.
Lantas, apa yang membuat efek buah kecubung begitu dahsyat? Berikut penjelasannya dilansir dari website Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Umsu).
Kecubung adalah buah yang berasal dari tanaman Kecubung (Datura spp.), termasuk dalam keluarga Solanaceae.
Buah kecubung memiliki bentuk yang menyerupai kapsul yang berduri.
Kandungan Buah Kecubung
Tanaman kecubung mengandung sejumlah senyawa kimia yang sangat beracun dan memiliki efek psikotropika.
Beberapa senyawa utama yang terkandung dalam kecubung meliputi:
- Atropin
Adalah salah satu senyawa utama dalam kecubung. Atropin memiliki efek antikolinergik, dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dan otot-otot halusinasi. Serta menghasilkan peningkatan denyut jantung, pupil yang melebar, mulut kering, dan gangguan sistem pencernaan.
- Skopolamin
Skopolamin juga senyawa antikolinergik yang ditemukan dalam kecubung. Dapat menyebabkan efek psikotropika, termasuk halusinasi, gangguan keseimbangan, dan delirium.
- Hiosiamin
Seperti atropin dan skopolamin, hiosiamin juga dapat menyebabkan gangguan saraf dan efek psikotropika.
- Alkaloid Lain
Selain tiga senyawa utama tersbut, tanaman kecubung juga mengandung berbagai alkaloid lain dalam jumlah bervariasi. Alkaloid dapat memiliki efek beracun yang bervariasi pada sistem saraf dan organ dalam.
- Glikosida
Kecubung juga mengandung beberapa glikosida, senyawa yang dapat menghasilkan efek beracun pada jantung dan sistem saraf.
- Senyawa Lain
Di samping itu, kecubung juga dapat mengandung berbagai senyawa lain yang dapat berkontribusi pada efek toksik dan psikotropika dari tanaman ini.
Dampak Kecubung Bagi Kesehatan
Kecubung merupakan tanaman sangat beracun dan memiliki dampak yang serius pada kesehatan manusia dan hewan jika dikonsumsi atau bersentuhan dengan kulit.
Beberapa dampak berbahaya yang dapat terjadi akibat interaksi dengan tanaman kecubung, di antaranya:
- Kerusakan Saraf dan Efek Psikotropika
Tanaman kecubung mengandung senyawa-senyawa kimia seperti atropin, skopolamin, dan hiosiamin yang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat. Mengonsumsi kecubung dapat menyebabkan efek halusinasi, delirium, kebingungan, dan gangguan keseimbangan.
- Efek Samping pada Kesehatan
Gejala dari paparan atau konsumsi tanaman kecubung meliputi pupil yang melebar (midriasis), kulit kering dan panas, mulut kering, kesulitan berkemih, detak jantung yang meningkat, peningkatan suhu tubuh, dan gangguan penglihatan.
- Efek Beracun
Konsumsi sedikit saja bagian dari tanaman kecubung dapat menyebabkan efek beracun parah, bahkan yang fatal. Efek beracun bisa lebih parah pada anak-anak atau individu yang lebih rentan.
- Gangguan Pernapasan
Asap yang dihasilkan dari membakar tanaman kecubung dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan mata, menyebabkan batuk, sesak napas, dan iritasi pada mata.
- Efek Jangka Panjang
Berulang kali terpapar tanaman kecubung dapat menyebabkan kerusakan organ internal, seperti hati, ginjal, dan sistem saraf.
- Kematian
Pada kasus-kasus yang ekstrem, paparan atau konsumsi tanaman kecubung dapat menyebabkan kematian. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria