Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kenali Gejala Alergi Dingin yang Muncul saat Musim Hujan, pada Kasus Parah Bisa Sebabkan Kematian

Syahaamah Fikria • Selasa, 19 Maret 2024 | 05:20 WIB
Ilustrasi kulit gatal karena alergi.
Ilustrasi kulit gatal karena alergi.

RADARSOLO.COM - Suhu dingin di musim hujan, membuat kebanyakan orang malas untuk keluar rumah.

Bahkan, bagi sebagian orang yang tak tahan, suhu dingin ini bisa meneyebabkan beberapa masalah kesehatan.

Salah satunya masalah kulit memerah dan gatal-gatal, yang disebut dengan alergi dingin (urtikaria dingin).

Alergi dingin adalah reaksi kulit terhadap paparan dingin.

Paparan dingin ini juga termasuk saat cuaca dingin, berada di ruangan AC, atau mandi air dingin di pagi hari, dan lainnya.

Alergi dingin yang ditunjukkan dengan kulit memerah dan gatal-gatal ini memiliki tingak keparahan yang berbeda di setiap penderitanya.

Bahkan ada yang tingkat keparahannya cukup serius.

Lantas, bagaimana alergi dingin gatal-gatal dan kulit memerah ini bisa terjadi?

Penyebab Alergi Dingin

Dilansir dari halodoc, alergi dingin muncul saat terjadi pelepasan histamin dan zat kimia lain dalam aliran darah yang dipicu cuaca dingin.

Histamin merupakan zat kimia yang diproduksi sel-sel dalam tubuh saat mengalami reaksi alergi atau infeksi.

Baca Juga: Suntik Vitamin C Bisa Bikin Puasa Batal atau Tidak? Ini Penjelasannya

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab seseorang memiliki alergi dingin:

- Faktor genetik (keturunan)
Sebuah studi oleh National Institute of Allergi and Infectious Disease (2012) menyatakan, alergi dingin bisa disebabkan karena faktor keturunan.

Pada kasus ini, gejala biasanya timbul 30 menit setelah paparan suhu dingin dan bertahan hingga 48 jam.

-Faktor usia
Anak-anak dan remaja cukup rentan mengalami alergi dingin. Biasanya kondisi mereka makin membaik seiring bertambahnya usia.

-Infeksi
Alergi dingin juga bisa disebabkan adanya infeksi. Misalnya, infeksi pneumonia atau radang paru-paru yang membuat pengidapnya rentan mengalami alergi dingin.

-Kondisi medis tertentu
Seseorang dengan kondisi medis tertentu bisa mengalami reaksi alergi dingin.

Misalnya, cacar air, hepatitis, leukimia kronis, sindrom Raynaud, hingga kanker.

Tanda-tanda Alergi Dingin

1. Kulit Memerah dan Gatal
Saat terpapar suhu dingin, bisa membuat sel darah putih melepaskan histamin ke aliran darah. Dalam kondisi ini, tubuh akan memberikan respons berupa peradangan atau inflamasi.

Ditandai dengan muncul ruam atau bentol merah yang terasa gatal, pembengkakan pada tangan, hingga perubahan kulit lain yang muncul sebagai reaksi alergi.

2. Tangan Terasa Bengkak
Sebagian orang mengalami pembengkakan pada tangan saat terpapar suhu dingin.

Bahkan, pembengkakan kadang juga terjadi pada bibir, lidah, dan tenggorokan.

Baca Juga: Puas Nikmati Hari Libur dan Cuti Bersama Lebaran 2024 hingga 10 Hari: Cek Tanggalnya

Kondisi ini bisa mengakibatkan seseorang sulit bernapas. Karena inflasi mengganggu aliran pernapasan, hingga berujung pada kematian.

3. Syok Anafilaktik
Untuk kasus yang lebih parah, reaksi alergi bisa menyebabkan syok anafilaktik.

Bahkan, reaksi alergi berat ini bisa berujung pada kematian jika terlambat ditangani secara medis.

Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mengeluarkan zat kimia sebagai reaksi terhadap alergen (zat penyebab alergi), membuat tubuh dalam keadaan syok.

Tanda-tanda dan gejala yang perlu diketahui jika seseorang mengalami syok anafilaktik, seperti:

- Mual, muntah, dan sakit perut (diare)
- Sensasi kesemutan pada kulit kepala, mulut, tangan, dan kaki
- Bingung dan gelisah
- Tekanan darah turun
- Sulit bernapas
- Jantung berdebar-debar, denyut nadi melemah, keringat dingin, dan pucat
- Kehilangan kesadaran (pingsan). (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#gatal #alergi #alergi dingin #cuaca dingin #musim hujan