Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Perut Malah Makin Buncit saat Puasa, Ketahui Penyebab dan Cara Menghindarinya

Syahaamah Fikria • Kamis, 21 Maret 2024 | 05:04 WIB
Ilustrasi perut buncit.
Ilustrasi perut buncit.

RADARSOLO.COM - Puasa dari sisi medis, punya banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Salah satunya bisa mendukung seseorang yang menerapkan diet untuk turunkan berat badan.

Untuk itu, banyak yang memanfaatkan momen bulan puasa Ramadhan untuk diet, dengan harapan berat badan turun dan mengecilkan perut buncit.

Namun, tak sedikit juga yang alih-alih berat badan turun, yang terjadi malah perut makin buncit setelah selesai puasa Ramadhan.

Mengapa hal ini terjadi? Lantas, bagaimana untuk menghindari perut buncit saat puasa?

Penyebab Perut Buncit saat Puasa

Perut buncit disebabkan lemak yang bertumpuk pada area perut atau disebut lemak visceral.

Lemak di area perut itu terlihat tak membahayakan.

Namun, faktanya lemak ini bisa meningkatkan risiko pada berbagai masalah kesehatan.

Di antaranya obesitas hingga masalah jantung.

Nah, pola makan yang tidak baik bisa jadi salah satu faktor penyebab perut buncit.

Termasuk saat puasa Ramadhan, di mana seseorang kadang menjadi kalap untuk mengonsumsi makanan atau minuman saat buka puasa maupun sahur.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan, yang tanpa disadari bisa menjadi penyebab perut buncit saat puasa, dilansir dari halodoc:

1. Makan berlebihan saat buka puasa dan sahur

Puasa menjadi tantangan tersendiri karena harus menahan keinginan makan dan minum selama kurang lebih dari 12 jam.

Namun, bukan berarti saat buka puasa langsung berusaha "balas dendam" dengan makan dan minum minuman manis berlebihan.

Atau saat sahur makan sebanyak-banyaknya agar saat siang tak merasa lapar.

Pola makan seperti itu sama saja dengan menumpuk kalori yang ada di dalam tubuh.

Sehingga membuat lemak di perut semakin bertumpuk-tumpuk. Terlebih jika menu makanan dan minuman yang dikonsumsi termasuk tinggi lemak dan gula.

Penting untuk perhatikan asupan kalori dan nutrisi harian tubuh saat puasa.

Untuk yang takut akan merasa lapar saat siang hari, caranya adalah memilih makanan dengan gizi dan kandungan serat tinggi. Seperti sayur dan buah.

Jenis makanan ini akan membuat rasa kenyang lebih lama.

Serta batasi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, serta minuman mengandung kafein.

2. Kurang minum air putih

Umumnya orang dewasa dianjurkan minum air putih sebanyak 2 liter atau setara 8 gelas per hari.

Saat puasa, seseorang memang tidak bisa minum kapan pun. Namun, bukan berati tak bisa memenuhi kebutuhan cairan atau api putih harian.

Caranya, atur atau bagi takaran minum selama puasa agar tubuh tak mengalami dehidrasi.

Misalnya, membuat jadwal dengan minum 3 gelas saat sahur, 3 gelas saat berbuka, dan 2 gelas sebelum tidur.

Perlu diketahui, dehidrasi bisa mengakibatkan penurunan lipolisis pada tubuh karena perubahan hormon.

Air juga diyakini dapat membantu meningkatkan volume sel yang memiliki peran penting dalam proses metabolisme lemak.

Hal ini mencegah terjadinya perut buncit.

3. Kurang olahraga

Bulan puasa Ramadhan bukan jadi alasan untuk malas berolahraga.

Banyak tips untuk melakukan olahraga ringan selama puasa, seperti jalan kaki, yoga, jogging ringan, dan lainnya.

Bukan tanpa alasan, olahraga akan membantu metabolisme tubuh pun tetap berjalan normal selama puasa.

4. Tidur setelah makan

Sahur memang jadi tantangan karena seseorang harus bangun dan makan di tengah kondisi masih mengantuk.

Tak sedikit yang kemudian kembali tidur usai makan sahur.

Padahal anjurannya adalah jangan langsung tidur usai makan sahur.

Karena kebiasaan ini membuat perut menjadi buncit dan berat badan naik.

Selain itu, langsung tidur setelah sahur juga bisa memicu asam lamsung naik, yang berujung pada sakit maag.

Tunggu sekitar dua jam setelah makan sahur untuk kembali tidur.

5. Tak jaga pola makan

Di tengah rasa lapar di siang hari, biasanya orang mulai membayangkan untuk menyantap berbagai makanan lezat dan minuman manis saat berbuka puasa.

Nah, hal itu perlu diperhatikan serius jika tak ingin mengalami perut buncit dan obesitas. Terutama untuk makanan maupun minuman dengan kadar garam dan gula tinggi.

Bahkan, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula maupun garam secara berkelanjutan juga memicu berbagai risiko masalah kesehatan.

Mulai dari hipertensi, diabetes hingga kolesterol.

6. Stres

Jangan sepelekan stres. Karena pengelolaan stres yang buruk ternyata juga berdampak pada tubuh.

Stres dapat meningkatkan produksi hormon kortisol dan kadar gula darah dalam tubuh.

Kondisi itulah yang dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam perut.

Jadi, tetap kelola stres dengan baik jika ingin tubuh sehat. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#puasa #sahur #berat badan turun #ramadhan #perut buncit #buka puasa