Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ini Hal Salah yang Kerap Dilakukan saat Buka Puasa: Jangan Langsung Makan Nasi!

Syahaamah Fikria • Sabtu, 23 Maret 2024 | 17:00 WIB
Ilustrasi makan nasi.
Ilustrasi makan nasi.

RADARSOLO.COM - Waktu buka puasa adalah momen paling ditunggu mereka yang menjalankan puasa. Tak sedikit yang saking merasa lapar, langsung makan berat atau makan nasi saat buka puasa.

Padahal, buka puasa dengan langsung makan nasi atau makan berat ini merupakan cara yang salah dan tak dianjurkan. Termasuk dari sisi kesehatan.

Buka puasa memang waktunya untuk mengembalikan energi dan nutrisi yang hilang setelah lebih dari 12 jam tidak makan dan minum.

Namun, konsumsi makanan dan minuman saat buka puasa ini juga ada tahapannya, agar sistem pencernaan tetap bisa berjalan baik.

Mengapa Dianjurkan Tak Langsung Makan Nasi saat Buka Puasa?

Pada dasarnya, tak ada larangan bagi yang ingin langsung makan nasi saat buka puasa.

Karena cara itu memang bisa langsung membuat kenyang dan puas dalam waktu singkat.

Tapi, yang paling penting adalah perhatikan porsinya. Jangan langsung konsumsi makanan dalam jumlah besar atau berlebih.

Karena ini justru bisa memicu sejumlah masalah kesehatan pada tubuh.

Berikut beberapa alasan sebaiknya menghindari langsung makan berat saat buka puasa, dilansir dari halodoc:

1. Mengganggu pencernaan

Saat puasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam.

Otomastis selama belasan jam itu sistem pencernaan sepenuhnya beristirahat dan tidak bekerja.

Langsung makan berat, seperti nasi saat berbuka puasa menyebabkan sistem pencernaan harus bekerja keras.

Hal ini yang bisa memicu masalah pencernaan, di antaranya

Tak semua karbohidrat bisa diserap cepat oleh tubuh. Karbohidrat tetap berada di usus dan berfermentasi.

Dalam kondisi ini, gas bisa menggelembung ke perut dan naik hingga kerongkongan, sehingga memicu asam lambung.

Makanan berat dapat membuat lambung langsung terasa penuh. Hal ini memaksa lambung untuk bekerja lebih keras.

Apalagi, jika mengonsumsi makanan yang sulit dicerna, seperti daging, makanan yang digoreng, makana pedas, dan lainnya.

Kondisi ini bisa membuat lambung mengalami iritasi dan memicu gejala maag.

Langsung menyantap makanan berat setelah perut dalam kondisi kosong selama belasan jam, berarti juga memaksa lambung bekerja lebih keras dn cepat.

Hal ini juga dapat memicu sakit perut melilit.

2. Meningkatkan gula darah

Setelah mengonsumsi makanan, tubuh akan mulai bekerja memecah makanan jadi energi.

Dalam proses ini, jumlah glukosa atau kadar gula di dalam tubuh akan meningkat.

Nah, langsung makan berat saat buka puasa bisa menyebabkan kadar gula darah dan insulin di tubuh meningkat cepat.

Peningkatan kadar gula darah bisa menimbulkan gejala sakit kepala dan mual.

Untuk itu, disarankan untuk memulai buka puasa dengan makanan yang mudah dicerna tubuh.

Seperti sup, buah, dan sayur.

Setelah beberapa saat dan tubuh bisa menerima makanan, baru bisa melanjutkan untuk konsumsi makanan berat.

3. Bisa gampang mengantuk

Makanan berat yang umumnya dijadikan menu saat buka puasa adalah karbohidrat dan protein.

Saat mengonsumsi karbohidrat dan protein, yang notabene termasuk makanan berat, tubuh mengeluarkan lebih banyak energi untuk mencernanya.

Dalam kondisi ini bisa membuat seseorang lebih mudah mengantuk.

Makanan tertentu juga mengandung asam amino bernama triptofan yang bisa mendorong produksi serotonin.

Ini bisa menyebabkan munculnya rasa kantuk.

4. Mudah merasa lapar

Saat kondisi gula darah tinggi, insulin tak dapat bekerja dengan normal.

Akibatnya makanan yang masuk tidak diubah menjadi energi oleh tubuh.

Hal ini menyebabkan tubuh selalu lemas, tidak berenergi, dan terus merasa lapar.

Cara Buka Puasa yang Benar

Anjuran untuk tak langsung makan berat, bukan berarti harus menyiksa tubuh dengan tetap menahan rasa lapar saat buka puasa.

Anda bisa memilih untuk memulai buka puasa dengan makanan ringan yang sehat atau takjil. Seperti kurma, buah, salad sayur, puding dan lainnya.

Tentu sebisa mungkin juga menghindari makanan ringan yang digoreng secara berlebihan.

Hal ini tak hanya baik untuk kesehatan, tapi juga untuk membangun kebiasaan makan yang baik.

Setelah mengonsumsi makanan ringan yang sehat, bisa melanjutkan makan makanan berat 30 menit kemudian.

Atau bisa juga makan setelah sholat Tarawih dan dua jam sebelum tidur. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#maag #makan berat #Nasi #pencernaan #gula darah #buka puasa