RADARSOLO.COM - Baru-baru ini, pengusaha yang juga putri Hary Tanoesoedibjo, mengungkapkan kekesalannya di media sosial lantaran bayinya yang masih berusia 2 bulan dicubit dan disentuh orang tak dikenal.
Valencia marah karena sang bayi bernama Avery itu disentuh tangan orang asing yang tak dikenal.
Di mana bayi yang masih 2 bulan sangat rawan tertular virus dan bakteri.
Termasuk jika disentuh orang yang belum bisa dipastikan kondisi kebersihan tangannya saat itu.
”Ya masa ga tau etika sih. Kita kan ga kenal ya, masa main comot anak orang yang jelas-jelas juga uda di kasih tau masih 2 bulan. Etika yang baik itu kalau ga kenal jangan main comot anak orang, dan kalau kenalpun, harus make sure tangan kita bersih baru boleh pegang, ” tulis istri pebulu tangkis Kevin Sanjaya itu melalui Insta Story.
Lantas, apakah menyentuh atau mencium bayi secara sembarangan memang cukup rawan?
Apa dan bagaimana bahaya menyentuh serta mencium bayi, terutama yang tergolong baru lahir?
Bahaya Menyentuh dan Mencium Bayi Sembarangan
Ya, masalah bayi yang disentuh atau dicium secara sembarangan mungkin tak hanya menjadi kekhawatiran Valencia Tanoesoedibjo.
Namun, juga jadi ketakutan oara orang tua, terutama ibu yang memiliki bayi.
Apalagi sebentar lagi masuk momen Lebaran. Di mana para keluarga berkumpul dan saling bercengkerama.
Tak jarang keberadaan bayi di tengah-tengah kumpul keluarga akan jadi perhatian menarik.
Ada yang kemudian tertarik untuk menggendong, mencubit, mencium dan lainnya, karena merasa gemas.
Nah, bagi orang tua maupun masyarakat secara luas, penting untuk mengetahui bahaya mencium atau menyentuh bayi.
Agar semua bisa lebih berhati-hati dan tak sembarangan dengan alasan gemas, demi keamanan dan kesehatan sang bayi.
Berikut beberapa risiko yang bisa terjadi karena mencium bayi sembarangan, dilansir dari halodoc:
1. Infeksi virus RSV
Respiratory Syncytial Virus (RSV) adalah virus yang menginfeksi paru-paru atau saluran pernapasan.
Virus ini sangat menular dan umumnya menyerang anak-anak atau bayi, membuat mereka sulit bernapas.
Pada anak dengan usia lebih besar, biasanya gejala yang muncul bisa ringan, mirip seperti flu.
Namun, pada bayi, kondisi RSV ini bisa menjadi serius dan berpotensi fatal.
Yakni dapat menyebabkan masalah pernapasan parah hingga mempengaruhi jantung dan otak bayi.
Terutama bagi bayi prematur yang cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
2. Herpes simplex tipe 1
Herpes simplex tipe 1 disebut juga luka dingin atau herpes oral.
Ini menjadi penyakit paling berbahaya pada bayi, akibat dicium secara sembarangan oleh orang asing.
Ya, virus herpes simplex tipe 1 (HSV 1) dapat ditularkan melalui kecupan. Bahkan hanya kecupan pada tangan saja.
Gejala awal herpes oral ini adalah luka lecet yang terbentuk di sekitar bibir dan mulut.
Luka kemudian menyebar ke bagian wajah lainnya seperti hidung, pipi, dan dagu.
Jika tidak segera ditangani, herpes pada bayi juga dapat menyebabkan peradangan otak.
Bahkan, jika virus ini sudah masuk ke tubuh, akan bertahan seumur hidup hingga dewasa.
3. Penyakit tangan, kaki dan mulut (PTKM)
Penyakit tangan, kaki dan mulut biasanya dialami anak-anak di bawah usia 10 tahun.
Penyakit ini ditularkan melalui kontak fisik, seperti berpelukan atau mencium bayi.
Gejala atau tanda-tanda anak terkena PTKM adalah demam, sariawan, bisul, dan ruam kulit di sekitar mulut, tangan, dan kaki.
PTKM bukan penyakit fatal, namun akan jadi masalah kepada bayi yang belum memiliki sistem kekebalan tubuh kuat.
4. Alergi
Orang dewasa biasanya menggunakan produk perawatan kulit atau produk kosmetik yang mengandung bahan kimia.
Nah, saat mencium atau menyentuh bayi, maka sang bayi akan terpapar bahan kimia dari produk-produk tersebut.
Hal inilah yang dapat memicu iritasi kulit atau reaksi alergi pada bayi.
Selain itu, orang yang baru saja mengonsumsi makanan alargen, seperti produk susu, kacang-kacangan atau lainnya, juga sangat bertbahaya jika nekat mencium bayi.
Sebab, bayi akan terpapar oleh zat alergen tersebut dan berisiko menimbulkan reaksi alergi.
5. Gigi berlubang
Penyebab utama gigi berlubang adalah kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Faktanya, gigi berlubang pada bayi bisa terjadi karena bakteri streptococcus mutans.
Bakteri ini berada dalam air liur dan bisa ditularkan ke anak melalui ciuman, berbagi makanan dengan anak, atau meniup makanan anak.
6. Sistem kekebalan tubuh melemah
Bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap penyakit.
Sebab, di bulan-bulan awal mereka lahir, bakteri usus sang bayi masih dalam tahap perkembangan.
Terkadang ada orang dewasa atau anak-anak yang tidak menyadari jika mereka membawa penyaki.
Lalu menularkan kepada sang bayi saat menyentuh atau menciumnya.
Betapa kasihan jika bayi yang memiliki sistem kekebahan tubuh masih lemah, harus melawan kuman dan virus dari orang lain.
Hal ini mengakibatkan bayi menjadi mudah sakit.
Jadi berhati-hatilan saat bertemu dengan bayi, meski Anda merasa sangat gemas.
Sebisa mungkin hindari menyentuh atau menciun bayi.
Atau pastikan Anda dalam kondisi tangan maupun tubuh bersih serta sehat saat menyentuh bayi.
Selain itu, ingat untuk meminta izin kepada orang tua sang bayi jika ingin menyentuhnya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria