RADARSOLO.COM - Libur Lebaran telah usai. Saat kembali beraktivitas seperti biasa, tak sedikit yang mulai mengeluhkan sejumlah gangguan kesehatan.
Ya, momen Lebaran yang khas dengan berbagai hidangan kue-kue dan makanan lezat, kerap membuat kita kalap.
Tak sedikit yang memberikan kelonggaran diri sendiri untuk menyantap aneka hidangan tinggi lemak, kolesterol dan gula dalam jumlah lebih besar dan lebih sering.
Akibatnya, setelah beberapa waktu, mulai muncul gejala-gejala gangguan kesehatan akibat pola makan yang kurang terkontrol.
Seperti penyakit asam lambung, kolesterol tinggi, hipertensi, flu, batuk dan lainnya.
Sejumlah Penyakit yang Muncul Usai Lebaran
Beberapa penyakit yang kerap muncul usai Lebaran, sebenarnya bisa dicegah sedari awal.
Namun, jika sudah terjadi, maka Anda perlu melakukan pencegahan agar gangguan kesehatan itu tak berlarut-larut.
Berikut beberapa penyakit yang sering muncul usai Lebaran, dilansir dari halodoc:
1. Penyakit lambung
Salah satu masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan usai Lebaran adalah gangguan saluran pencernaan, seperti asam lambung naik atau gastritis.
Ini disebabkan pola makan yang kurang terkontrol saat Lebaran. Seperti makan makanan secara berlebihan di satu waktu, atau terlambat makan karena banyaknya agenda kegiatan saat liburan.
Untuk mencegah kondisi ini berlarut-larut, kembali terapkan pola makan teratur.
Batasi jumlah makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Makanlah dalam porsi kecil tapi sering. Serta hindari makanan pedas, asam, dan berlemak.
2. Flu atau pilek
Masalah kesehatan lain yang kerap muncul usai Lebaran adalah flu atau pilek atau masuk angin.
Masalah kesehatan ini biasanya merata dialami orang-orang dari berbagai usia, mulai anak-anak, dewasa hingga lansia.
Penyebaran virus flu ini bisa terjadi karena banyaknya orang yang berkumpul di satu tempat saat Lebaran.
Semua saling berjabat tangan maupun menggunakan peralatan makan yang sama dengan orang lain.
Agar penyakit ini tak menyebar kian luas, terapkan prosedur kesehatan. Rajin mencuci tangan, baik sebelum dan sesudah makan, setelah berjabat tangan, dan memegang barang-barang umum.
Pakai masker jika mengalami gangguan kesehatan flu, pilek atau batuk.
3. Kadar Kolesterol dan Gula Darah Naik
Pola makan yang tak terkontrol saat Lebaran juga berpotensi membuat kadar kolesterol dan gula darah naik.
Apalagi berbagai hidangan lezat Lebaran, banyak yang mengandung minyak, lemak dan gula.
Mengonsumsi makanan manis dan berlemak secara berlebihan dapat meningkatkan kolesterol dan gula darah dalam darah, yang meningkatkan risiko terkena diabetes.
Kolesterol tinggi juga bisa menyebabkan nyeri pada dada atau lengan.
Kondisi ini biasanya terjadi ketika sedang stres atau melakukan aktivitas fisik yang berat.
4. Hipertensi
Penyakit lain yang patut diwaspadai usai Lebaran adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi bisa jadi penyebab penyakit ini muncul.
Kontrol kembali makanan yang Anda konsumsi. Lakukan diet garam secara lebih disiplin guna mencegah gangguan kesehatan itu datang kembali
5. Sakit kepala
Lelah fisik dan pikiran karena sibuk melakukan berbagai persiapan Lebaran, bisa membuat seseorang menjadi stres dan sakit kepala.
Beristirahatlan dan luangkan waktu untuk tidur yang cukup dan berkualitas. Lakukan realaksasi dengan teknik meditasi atau yoga.
6. Dehidrasi
Banyaknya kegiatan saat libur Lebaran, membuat kita lupa untuk rutin minum air putih.
Apalagi adanya beragam hidangan, mulai minuman kemasan dingin, es, minuman bersoda dan lainnya, kadang membuat Anda mengesampingkan dulu minum air putih.
Perbanyak minum air putih dan konsumsi buah-buahan yang mengandung air, seperti semangka dan melon.
7. Berat badan naik
Makan makanan berlebih, termasuk yang mengandung lemak maupun gula, serta kurang berolahraga selama puasa hingga Lebaran, juga mengakibatkan berat badan naik.
Untuk itu, mulailah untuk kembali mengatur pola makan sehat. Hindari makan makanan yang mengandung minyak, lemak dan gula tinggi.
Kemudian, jadwalkan untuk olahraga secara rutin agar berat badan kembali terjaga. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria