RADARSOLO.COM - Untuk menjaga kesehatan tubuh hingga menurunkan berat badan, ada beragam metode diet sehat yang bisa diterapkan.
Salah satu metode diet sehat tersebut adalah diet plant based.
Diet plant based dilakukan dengan hanya mengonsumsi makanan yang bersumber dari tumbuhan.
Apa Itu Diet Plant Based?
Diet plant based adalah pola makan makanan yang berasal dari plant atau tumbuhan dan sumber nabati.
Sumber nabati tersebut, di antaranya buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayur-sayuran.
Namun, diet plant based ini cukup fleksibel. Pelaku diet plant based masih boleh mengonsumsi sumber makanan hewani.
Misalnyas, ssekali ada yang masih mengonsumsi telur, daging hingga makanan laut.
Meski demikian, ada juga yang memilih untuk tak mengonsumsi makanan yang bersumber dari hewani sama sekali.
Jenis-Jenis Diet Plant Based
Ada beberapa jenis diet plant based, sesuai dengan sumber makanan yang Anda pilih dalam menjalani program diet ini, dilansir dari siloamhospitals:
1. Vegetarian
Vegetarian dan plant based diet adalah dua hal yang berbeda, namun saling berkaitan.
Masuk dalam kategori diet plant based, untuk vegetarian cenderung menghindari atau tak mengonsumsi sumber makanan hewani sama sekali.
Mereka menghindari makanan laut, madu, telur, dan susu.
Namun, ada pula vegetarian yang masih bisa menoleransi konsumsi sumber hewani tersebut, seperti telur atau yang disebut ovo-vegetarian, makanan laut atau disebut pescatarian.
Serta tetap bisa konsumsi produk susu (lakto-vegetarian).
2. Diet Mediterania
Diet mediterania adalah diet yang diadaptasi dari pola makan masyarakat yang tinggal di wilayah Mediterania.
Pelaku diet mediterania lebih banyak mengonsumsi sumber makanan nabati, namun tidak ada aturan khusus untuk menghindari dan membatasi produk hewani.
Pelaku diet biasanya lebih membatasi asupan karbohidrat olahan dan makanan yang tinggi gula.
3. Diet DASH
Diet DASH (dietary approaches to stop hypertension) adalah pola makan yang bertujuan menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.
Pelaku diet DASH menghindari makanan tinggi lemak jenuh, seperti daging berlemak.
Mereka memilih memperbanyak konsumsi sayuran, buah, ikan, serta produk susu rendah lemak.
Di samping itu, mereka juga membatasi konsumsi makanan tinggi natrium, seperti mi instan, junk food, makanan ringan (keripik), atau buah kalengan.
Manfaat Diet Plant Based
Diet plant based tak sekadar bertujuan untuk menurunkan berat badan saja.
Namun, secara umum diet ini dimaksudkan untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Termasuk mencegah tubuh, seperti dari berbagai penyakit penyakit jantung, kanker, diabetes, hingga penurunan fungsi kognitif.
1. Turunkan berat badan
Selain untuk menjaga kesehatan, rata-rata oang menjalani diet karena ingin menurunkan berat badan atau untuk mencapai berat badan ideal.
Banyak penelitian membuktikan pola makan berbasis nabati dapat membantu menurunkan berat badan, dan mengurangi risiko obesitas.
Hal ini karena kandungan serat tinggi dari sumber nabati.
Serta tidak adanya asupan makanan olahan yang masuk ke tubuh
2. Bantu cegah penyakit jantung
Diet plant based juga menghindarkan tubuh dari sejumlah penyakit, salah satunya penyakut jantung.
Penelitian dalam National Library of Medicine menunjukkan, orang yang melakukan diet berbasis nabati punya risiko lebih rendah terkena penyakit jantung.
Apalagi, berbasis nabati banyak mengandung zat-zat yang baik bagi kesehatan jantung, seperti antioksidan dan fitonutrien.
3. Bantu Cegah Kanker
Sumber makanan nabati mengandung berbagai zat yang dapat melindungi tubuh dari pertumbuhan dan perkembangan sel kanker.
Seperti vitamin, serat, fitonutrien, serta mineral, antioksidan dan karotenoid.
4. Bantu cegah diabetes tipe 2
Diet plant based mampu meningkatkan kemampuan tubuh dalam mengontrol gula darah, berat badan, dan kadar kolesterol pada penderita diabetes.
Sehingga diet ini bisa membantu mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2.
5. Bantu cegah penurunan fungsi kognitif
Berdasarkan penelitian dalam National Library of Medicine menemukan, pola makan berbasis nabati membantu fungsi kognitif menjadi lebih baik, termasuk memori jangka panjang.
Artinya, menerapkan pola makan dari sumber nabati dapat memperlambat atau mencegah penurunan kognitif hingga penyakit Alzheimer. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria