Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bolehkah Berhubungan saat Haid? Ini Penjelasan dari Sisi Medis dan Risikonya

Syahaamah Fikria • Sabtu, 20 April 2024 | 22:20 WIB
Ilustrasi pasangan suami istri.
Ilustrasi pasangan suami istri.

RADARSOLO.COM - Masih banyak pertanyaan mengenai berhubungan saat haid atau menstruasi.

Beberapa pertanyaan itu, di antaranya boleh tidaknya berhubungan saat haid hingga risiko berhubungan saat haid.

Untuk menjawab sejumlah pertanyaan itu, berikut penjelasan mengenai berhubungan saat haid, dilansir dari siloamhospitals.

Berhubungan saat Haid, Boleh atau Tidak?
 
Dari sisi medis, melakukan hubungan suami istri saat haid tidak dilarang.

Namun, berhubungan dalam kondisi ini tentu menimbulkan rasa ketidaknyamanan.

Selain itu, harus dipastikan kedua belah pihak harus sama-sama setuju dan memahami risiko berhubungan saat haid.

Karena memang ada sejumlah risiko yang akan dirasakan pria dan wanita saat melakukan hubungan dalam kondisi tersebut.

Risiko Berhubungan saat Haid
 
Di samping manfaatnya, berhubungan saat haid juga memiliki risiko yang perlu dipahami oleh setiap pasangan. Berikut adalah sejumlah risiko yang perlu diperhatikan sebelum melakukan hubungan seksual saat haid.

 1. Tercium aroma kurang sedap
 
Darah haid atau menstruasi kadang memiliki bau yang tidak sedap.

Aroma tidak sedap ini bisa memengaruhi mood saat berhubungan.

Termasuk wanita yang merasa tidak percaya diri dalam kondisi seperti ini.

2. Pengaruhi gairah

Aroma tak sedap darah haid juga bisa mengalihkan fokus pria saat melakukan hubungan.

Bahkan, hal tersebut juga berisiko menurunkan gairah pria.

3. Posisi hubungan seksual cenderung terbatas
 
Kondisi wanita yang sedang haid membuat posisi atau aktivitas dalam berhubungan menjadi lebih terbatas.

4. Mengotori tempat tidur
 
Darah haid yang keluar saat berhubungan juga berisiko mengotori tempat tidur.

Sehingga perlu usaha lebih untuk membersihkan atau mencucinya.

5. Menjadi faktor risiko endometriosis
 
Dilansir dari The Journal of Reproductive Medicine, berhubungan saat haid dapat meningkatkan risiko terjadinya endometriosis pada wanita.

Endometriosis atau kista coklat adalah gangguan kesehatan yang terjadi karena adanya pertumbuhan jaringan tidak normal dari endometrium pada bagian luar dinding rahim.

Endometriosis merupakan penyakit sistem reproduksi wanita serius karena dapat menyebabkan masalah-masalah kesuburan.

Seperti nyeri haid, nyeri saat berhubungan, hingga munculnya benjolan pada perut bagian bawah.

Kondisi ini diduga salah satunya dapat disebabkan oleh peningkatan tekanan intrauterin selama orgasme yang bisa mendorong jaringan endometrium ke bagian luar rahim. 

6. Meningkatkan risiko infeksi menular seksual
 
Risiko paling buruk berhubungan saat haid adalah berpotensi menyebabkan infeksi menular seksual (IMS).

Di antaranya eperti hepatitis atau HIV/AIDS.

Sebab, virus penyebab penyakit tersebut dapat menular melalui kontak langsung dengan darah haid yang terkontaminasi. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#endometriosis #menstruasi #haid #berhubungan