RADARSOLO.COM - Buah salak adalah salah satu jenis buah yang murah meriah dan sangat mudah didapat di berbagai daerah di Indonesia.
Namun, masih banyak masyarakat yang enggan makan salak lantaran buah itu disebut-sebut bisa menyebabkan konstipasi atau sembelit alias susang BAB (buang air besar).
Lantas, apakah benar jika salak bisa membuat susah BAB? Ataukah hal itu hanya mitos belaka?
Dilansir dari halodoc, anggapan salak bisa menyebabkan susah BAB ternyata hanya mitos dan tidak terbukti kebenarannya.
Bahkan, buah yang dijuluki snake fruit justru mengandung banyak nutrisi baik untuk kesehatan tubuh, termasuk bagi pencernaan.
Kandungan Nutrisi dan Manfaat Buah Salak
- Serat dan Tanin
Sering disebut-sebut sebagai biang keladi dari keluhan sembelit atau susah BAB, nyatanya buah salak ternyata kaya kandungan serat dan tanin yang baik untuk pencernaan.
Serat yang terkandung dalam tumbuhan, termasuk buah-buahan, membantu mempercepat proses pembuangan zat-zat sisa dan racun yang tak dibutuhkan tubuh.
Selain serat, salak juga mengandung banyak tanin.
Yakni senyawa polifenol yang berguna sebagai antimikroba alami di dalam usus.
- Kaya Antioksidan
Antioksidan sangat dibutuhkan karena punya peran penting dalam mencegah penyakit akibat kerusakan sel-sel dalam tubuh.
Nah, salak merupakan buah yang kaya antioksidan.
Sehingga konsumsi buah ini sangat bagus guna memeperoleh kekebalan tubuh, membantu mencegah kanker, penyakit autoimun, serta berbagai jenis infeksi.
- Zat Besi dan Kalsium
Buah salak banyak mengandung zat besi dan kalsium, yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kepadatan dan kekuatan tulang.
Zat besi dan kalsium juga dapat memperkuat otot dan sendi, mengatur kekentalan darah, dan meningkatkan fungsi saraf di seluruh tubuh.
- Kaya Vitamin C
Tak hanya jeruk, ada beragam buah yang mengandung banyak vitamin C. Salah satunya termasuk salak.
Vitamin C punya peran penting dalam memperbaiki jaringan-jaringan tubuh yang rusak.
Vitamin C dalam buah salak juga mampu meningkatkan produksi kolagen untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria