RADARSOLO.COM - Salah satu program diet untuk turunkan berat badan yang kini banyak diikuti adalah diet telur rebus.
Diet telur rebus ini dilakukan dengan cara mengonsumsi beberapa telur rebus setiap harinya.
Nah, bagi yang menjalani program diet ini, sebenarnya Anda pun tak harus terpatok dengan hanya makan telur rebus saja.
Anda bisa menyandingkan telur rebus ini dengan sumber protein nonlemak, sayuran, maupun buah.
Misalnya, untuk sarapan Anda bisa mengonsumsi dua butir telur rebus, seporsi sayuran dan satu buah-buahan.
Sementara untuk menu makan siang dan malam, konsumsi sebutir telur, sayuran dan seporsi kecil protein tanpa lemak.
Fakta Diet Telur Rebus
Diet telur rebus ini termasuk diet ketat yang bisa dijalani dalam jangka waktu tertentu. Alias tidak dalam jangka waktu lama.
Namun, sebelum memulai, ada baiknya untuk memahami fakta dan rule diet telur rebus.
Berikut penjelasannya, dilansir dari halodoc:
Daftar Makanan yang Boleh Dikonsumsi
Saat menjalani diet telur rebus, Anda perlu mengetahui beberapa makanan yang tetap boleh dikonsumso sebagai pendamping telur.
Ini agar kebutuhan nutrisi untuk tubuh tetap bisa terpenuhi.
Sejumlah makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi saat diet telur rebus, di antaranya:
- Protein tanpa lemak, seperti daging unggas tanpa kulit dan ikan.
- Sayuran nontepung, seperti brokoli, kubis, kembang kol, seledri, terong dan tomat.
- Buah rendah karbohidrat, seperti jeruk bali, jeruk nipis, jeruk limau, lemon, semangka dan beri.
- Minyak kelapa, mentega, dan mayones dalam porsi sedikit.
- Air putih, soda diet, dan teh atau kopi tanpa pemanis tambahan.
- Bumbu dan rempah-rempah, seperti bawang merah, bawang putih, kemangi, kunyit, jahe, lada, dan oregano.
- Susu rendah lemak, seperti susu skim dan yoghurt rendah lemak, dan keju.
Daftar Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi
Sementara itu, ada makanan dan minuman yang seharusnya dihindari saat menjalani diet telur rebus.
Ini agar program diet yang dilakukan benar-benar efektif dan memberikan hasil maksimal.
Apalagi diet ini hanya bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu, semisal dua minggu.
Berikut daftar makanan dan minuman yang tak boleh dikonsumsi saat diet telur rebus:
- Daging berlemak
- Sayuran bertepung, misalnya kentang, ubi jalar, kacang-kacangan, jagung, dan kacang polong.
- Buah yang tinggi karbohidrat, seperti pisang, nanas dan mangga.
- Biji- bijian, contohnya roti, pasta, quinoa, couscous, farro, soba, dan barley.
- Makanan olahan, makanan ringan dan makanan cepat saji.
- Minuman dengan pemanis tambahan, seperti soda, jus, teh manis, dan minuman olahraga.
Efektif untuk Defisit Kalori
Diet telur rebus banyak dipilih karena memang dinilai efektif menurunkan berat badan.
Sebab, semua makanan yang dikonsumsi saat diet ini tergolong pilihan rendah kalori.
Cara ini juga merupakan langkah cepat untuk defisit kalori, yakni mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibakar tubuh.
Sehingga cukup efekti untuk turunan berat badan.
Kekurangan Diet Telur Rebus
Dengan pola makan yang cukup ketat, makan diet telur rebus ini tak dianjurkan dilakukan dalam jangka panjang.
Sebab, Anda justru berisiko mengalami kekurangan nutrisi jika ugal-ugalan melakukan diet ini.
Menurut studi pada Journal of Bone and Mineral Metabolism, diet ketat jangka panjang bisa menurunkan kepadatan tulang.
Sehingga dianjurkan untuk menjalani diet ini sekira dua minggu saja. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria