RADARSOLO.COM - Tahukah ibu bahwa kebutuhan energi dan nutrisi anak hingga usia 6 bulan dapat tercukupi oleh pemberian Air Susu Ibu (ASI) saja. Pemberian MPASI dapat diberikan saat bayi menginjak usia 6 bulan.
Apa saja yang perlu dipersiapkan dan apa saja yang boleh dikonsumsu oleh bayi saat MPASI? Berikut ulasannya bersama Doodle Exclusive Baby Care.
Dalam wawancaranya bersama Doodle Exclusive Baby Care, dr. Lusiana, Sp.GK, AIFO-K menceritakan bahwa MPASI adalah makanan pendamping ASI, pendamping bukan pengganti.
Menurutnya, MPASI sendiri merupakan makanan atau cairan lain yang mendampingi Air Susu Ibu.
Saat bayi berusia 6 bulan, ASI saja tidak cukup artinya menyusui masih berlanjut hingga usia 2 tahun, tetapi anak harus mulai diberikan MPASI.
MPASI merupakan makanan peralihan dari fase menyusui sampai nanti fase bayi mulai makan.
Bagaimana memberikan MPASI yang betul, 4 prinsip pemberian MPASI menurut World Health Organization (WHO) diantaranya :
- Tepat Waktu, kapan MPASI diberikan saat bayi berusia 6 bulan. Kenapa diusia 6 bulan? Karena pada saat 6 bulan bayi sudah siap untuk makan, otot-otot sekitar mulut, sistem saraf disekitar mulut, organ pencernaan sudah siap menerima makanan. Selain itu usia 6 bulan ASI saja tidak cukup, sering dijumpai bayi gizi kurang, gizi buruk sehingga menyebabkan stunting karena kebanyakan ibu tidak mengetahui bahwa ASI saja tidak cukup.
- Harus diberikan secara adequate. Adequate artinya cukup memenuhi kebutuhan gizi bayi. Anak usia 6 hingga 8 bulan, 9 hingga 11 bulan, 1 hingga 2 tahun kebutuhan gizinya berbeda. Secara kualitas, kuantitas dan komposisinya juga cukup karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin juga diperhatikan.
- Aman dan higienis. Pemberian MPASI harus aman dan higienis. Prinsip aman dan higienis mulai dari penyiapan bahan makanan, proses memasak, bahkan menyiapkan dan menyimpan makanan. Penyiapan harus dijaga kebersihannya, pisahkan makanan mentah dan makanan matang, masak sampai matang, menggunakan air bersih, makanan yang sudah matang harus segera disajikan kalau disimpan pada suhu ruang hanya bertahan 2 jam.
- Diberikan secara responsive. Responsive artinya memberikan makan sesuai dengan sinyal kenyang dan lapar anak. Memberikan makanan tidak asal. Ada jadwal khusus untuk anak dan jumlahnya disesuaikan kebutuhan bayi. Teksturnya makanan secara bertahap sesuai dengan usia bayi. Sehingga setelah anak usia 2 tahun akan siap makan makanan keluarga. Berikan makanan lokal supaya anak siap dengan makanan keluarga. Dengan bertambahnya umur ASInya berkurang, MPASInya semakin bertambah.
Dokter yang berpraktek di Rumah Sakit (RS) Hermina Solo ini mengatakan idealnya awal MPASI supaya anak konsisten mau makan.
Tahap awal berikan MPASI plan terlebih dahulu supaya anak mengenal rasa asli terlebih dahulu. Setelah usia 9 bulan boleh ditambahkan gula dan garam sedikit untuk penguat rasa.
MPASI masalah yang utama sekitar usia 8 hingga 9 bulan ada fase gerakan tutup mulut. Pemberian makan untuk bayi disesuaikan sinyal kenyang dan lapar karena akan membuat makan menjadi menyenangkan.
MPASI merupakan fase yang sulit, ketika masuk ke makanan keluarga menjadi akan sulit belum lagi Gerakan Tutup Mulut (GTM) nya menjadi berkepanjangan.
“Pemberian MPASI diawali dengan karbo atau bubur yang lembut. Sebaiknya memang dibuat sendiri oleh ibu yang merupakan makanan alami sesuai usia,” ungkapnya.
“Kemudian buah diperkenalkan secara perlahan karena kebutuhan buah pada bayi tidak begitu banyak. Makan bayi dijadwal setiap 2 jam sekali, dan snack diberikan setelah ASI atau susu. Pemberian makan bayi disesuaikan jadwal,” imbuhnya.
Wanita yang berdomisili di kota Bengawan tersebut mengungkapkan jika bayi dengan riwayat alergi treatmentnya untuk memberikan MPASInya yang pertama melihat dari susunya, disarankan sebelum 6 bulan berikan bayi Air Susu Ibu (ASI) karena kebanyakan bayi yang menkonsumsi ASI jarang mengalami alergi.
Karena dengan memkonsumsi ASI bayi menjadi membersihkan saluran cerna, memperkuat sistem imun. Dengan pemberian ASI selama 6 bulan bayi menjadi lebih sehat dan biasanya tidak alergi.
“Saat memberikan MPASI dengan anak yang memiliki riwayat alergi harus berhati-hati perhatikan makanan-makanan yang menimbulkan alergi. Contoh makanan laut diberikan harus dalam kondisi segar, ketika tidak segar histaminnya akan tinggi inilah yang akan memicu alergi,” terang Dokter Lusi.
"Untuk itu berikan bayi dengan makanan yang tidak memicu alergi seperti karbo, protein yang lokal seperti ayam, telur. Tetapi jika masih muncul alergi segera bawa bayi ke tenaga medis untuk mengetahui alergi apa yang sedang terjadi ditubuh bayi. Sehingga bisa memastikan alergi apa yang terjadi dan bisa ditreatment penyebab dari alergi,” tambahnya
Dikatakan lagi, ada beberapa indikasi klinis MPASI diberikan lebih awal, tetapi 4 hingga 6 bulan bayi sudah siap makan ditandai dengan ketika ada yang makan mulai ketertarikan, kepala sudah tegak, duduk sudah tegak, dan dokter spesialis anak sudah mengizinkan. Kalau diberikan MPASI awal ada beberapa resiko salah satunya resiko kurang gizi.
“Karena umur 4 bulan melihat sudah siap tetapi organ pencernaannya belum siap sehingga beresiko malnutrisi. Juga beresiko untuk diare dikarenakan organ percernaan yang belum siap ini akan meningkatkan resiko terjadinya diare. Resiko diare bayi bisa menjadi dehidrasi fase penyembuhannya karena masih terlalu kecil,” tambahnya.
Kapan orangtua berkonsultasi kepada tenaga medis? Dokter Spesialis Ilmu Gizi menjelaskan jika pemberian MPASI banyak prinsip yang harus dilakukan mulai dari tepat waktu, harus diberikan secara adequate, aman dan higienis, dan diberikan secara responsive untuk itu monitoringnya melalui grafik buku Kartu Menuju Sehat (KMS) yang berisi tumbuh kembang. Berat badan sesuai usia untuk anak perempuan berwarna pink dan laki-laki berwarna biru.
“Setiap bayi harus mengikuti grafik awal saat bayi lahir artinya dengan bertambahnya usia target berat badan harus naik. Untuk itu perlu dimonitoring kenaikan berat badannya setiap bulannya,” jelas wanita yang akrab disapa Lusi ini.
"Kalau berat badan bayi sudah mulai turun segera bawa bayi untuk konsultasi ke tenaga kesehatan supaya tidak terlambat. Supaya tidak terlambat mengikuti tumbuh kembang anak selalu memantau perkembangan anak di dalam grafik KMS. Ada dua tanda orangtua segera membawa bayi atau anak ke tenaga medis yang pertama dua bulan berturut-turut tidak naik itu warning. Tanda yang kedua lingkar lengan anak diukur minimal 11,5 centimeter,” imbuhnya.
Diakhir wawancaranya, dr. Lusiana, Sp.GK, AIFO-K berpesan pemberikan MPASI itu sangat penting untuk masa-masa kritis untuk proses makan anak.
Selain itu Ibu jangan lupa buku Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk monitoring perkembangan anak apakah sudah sesuai atau belum. (*)
Editor : Damianus Bram