RADARSOLO.COM - Curhatan seorang pengguna akun TikTok yang membuat anggota keluarganya keracunan gara-gara masakan ikan tuna santan campur susu evaporasi, menjadi viral.
Tak sedikit netizen yang kemudian penasaran bagaimana susu evaporasi yang dicampur pada makanan bisa membuat keracunan. Banyak pula yang bertanya terkait kandungan hingga efek samping susu evaporasi.
Lantas, apa sebenarnya susu evaporasi? Apakah benar susu evaporasi ini memiliki efek samping?
Apa Itu Susu Evaporasi?
Susu evaporasi adalah susu sapi yang dipanaskan dengan suhu tinggi (pasteurisasi) hingga mengurangi sekitar 60 persen kadar air. Sehingga teksturnya kental.
Susu evaporasi dibuat tanpa gula tambahan.
Biasanya dijadikan bahan tambahan dalam masakan, olahan minuman, atau sebagai campuran adonan kue.
Kandungan Susu Evaporasi
Meski dipanaskan dengan suhu tinggi, proses pembuatan susu evaporasi tetap mempertahankan kandungan laktosa, mineral, lemak, kalsium, dan vitamin di dalamnya.
Dengan metode pemanasan suhu tinggi dan mengurangi kadar air, susu evaporasi menjadi susu yang tak gampang basi.
Susu evaporasi sendiri memiliki warna khas sedikit kuning dibanding susu kental manis yang lebih putih. Ini karena proses pemanasan yang dilalui, sehingga terbentuk tekstur karamel.
Dilansir dari laman hallosehat Kemenkes, berikut kandungan zat gizi 100 ml susu evaporasi:
- Air: 74 gram (g).
- Kalori: 134 kkal.
- Protein: 6,81 g.
- Lemak: 7,56 g.
- Karbohidrat: 10 g.
- Gula: 10 g.
- Kalsium: 261 miligram (mg).
- Besi: 0,19 mg.
- Magnesium: 24 mg.
- Fosfor: 203 mg.
- Kalium: 303 mg.
Manfaat Susu Evaporasi
Dengan mengonsumsi susu evaporasi, Anada akan mendapatkan manfaat utama yakni meningkatkan asupan mineral atau menambah berat badan.
Ya, susu evaporasi bisa jadi pilihan untuk menambah berat badan dengan sehat karena padat gizi dan rendah gula.
Tingginya gula tambahan pada produk makanan berisiko pada penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
Susu evaporasi juga kaya kandungan mineral, seperti kalsium dan fosfor, yang penting untuk kesehatan tulang.
Efek Samping Konsumsi Susu Evaporasi
Meski punya banyak manfaat karena kandungan nutrisinya yang baik, susu evaporasi mungkin bisa menimbulkan masalah atau efek samping bagi orang dengan intoleransi laktosa atau alergi susu sapi.
Sebab, susu ini mengandung lebih banyak laktosa dan protein susu dibandingkan susu biasa.
Susu yang proses pembuatannya melalui pemanasan suhu tinggi atau pasteurisasi ini dapat mengandung dua kali lebih banyak jumlah laktosa susu segar.
Laktosa adalah jenis karbohidrat yang ditemukan dalam susu dan produk olahan susu, seperti yoghurt, keju, dan sebagainya.
Berikut kondisi tertentu pada seseorang yang mungkin bisa mengalami efek samping dari konsumsi susu evaporasi
1. Intoleransi laktosa
Orang dengan intoleransi laktosa kekurangan enzim laktase untuk mencerna laktosa.
Dengan kondisi itu, penderita intoleransi laktosa bisa mengalami sakit perut, kembung, atau diare saat mengonsumsi susu.
Merujuk studi dari jurnal JAMA (2019), orang dengan intoleransi laktosa dapat menoleransi 15 gram laktosa per hari. Atau sekitar 1-2 cangkir (240-480 ml) susu biasa.
2. Alergi susu sapi
Orang yang memiliki alergi protein susu sapi, gejalanya akan muncul beberapa menit atau hingga 2 jam setelah konsumsi susu.
Riset dari jurnal Nutrients (2019) menyebut, alergi susu adalah salah satu alergi makanan paling umum pada anak-anak.
Sehingga bagi yang memiliki intoleransi laktosa dan alergi susu sapi, sebaiknya menghindari produk susu sebagai langkah pencegahan paling efektif.
Termasuk menghindari konsumsi susu evaporasi. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria