RADARSOLO.COM - Bagi sebagian masyarakat, mungkin di kulkasnya masih punya stok daging kambing dari pembagian daging kurban pada Idul Adha sepekan lalu. Bagi Anda penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, apakah masih takut untuk ikut mengkonsumsi daging kambing ini?
Mitos yang melarang penderita tekanan darah tinggi makan daging kambing sudah berkembang di masyarakat sejak lama.
Mitos ini sangat kuat dan dipercaya banyak orang. Sehingga para penderita darah tinggi pun tak berani makan daging kambing.
Lantas apakah mitos itu memang benar berdasarkan penelitian medis?
Benarkah Penderita Tekanan Darah Tingg Tak Boleh Makan Daging Kambing?
Dari sisi medis, tak ada larangan makan daging kambing bagi penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Diketahui, kolesterol yang terkandung dalam daging kambing justru tidak setinggi pada daging ayam maupun sapi.
Daging kambing juga mengandung banyak nutrisi baik untuk tubuh.
Seperti protein yang baik untuk jaga daya tahan tubuh, zat besi sebagai bahan pembentuk sel darah merah, dan kalsium yang menjaga kesehatan gigi dan tulang.
Namun demikian, semua itu bisa efektif dirasakan manfaatnya jika benar dalam hal cara mengolah dan mengkonsumsinya. Terutma bagi penderita darah tinggi.
Sebab jika hal itu tidak diperhatikan, bisa saja yang terjadi justru kondisi kebalikannya.
Di mana kolesterol di dalam daging kambing akan meningkat, dan memberi dampak berbahaya bagi penderita darah tinggi.
Tips Makan Daging Kambing untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi
Berikut tiga poin penting yang harus diperhatikan para penderita darah tinggi saat mengkonsumsi daging kambing:
1. Hindari Santan dan Batasi Garam saat Memasak Daging Kambing
Hindari memasak daging kambing di atas suhu 250 Celsius karena justru akan merusak kandungan gizinya.
Untuk cara mengolahnya, jangan dibakar atau digoreng agar kandungan kolesterol dalam kambing tidak melonjak tinggi.
Cara paling baik mengolah daging kambing adalah dengan mengukus atau merebus.
Agar aman dikonsumsi penderita darah tinggi, jangan gunakan santan saat saat memasak daging kambing.
Sebab, penggunaan santan bisa memicu kolesterol di dalam daging kambing melonjak naik.
Tips untuk menghilangkan bau amis, yakni remas daging kambing dengan potongan mentimun, dan diamkan beberapa saat.
Satu lagi yang harus diperhatikan adalah takaran penggunaan garam saat memasak.
Sebab, penderita tekanan darah tinggi dianjurkan untuk mengurangi asupan garam.
Asupan garam dianjurkan sebanyak 2,3 gram alias kurang dari seperempat sendok makan per hari.
2. Batasi Konsumsi Daging Kambing
Meski berdasarkan penelitian konsumsi daging kambing tidak ada hubungannya dengan lonjakan tekanan darah, namun bukan berarti Anda bisa sesuka hati makan daging kambing.
Tetap perhatikan porsi dan takaran yang tepat saat makan daging kambing.
Beberapa ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi semua daging merah, termasuk daging kambing.
Yakni tak lebih dari 90 gram per hari.
Mengapa perlu dibatasi?
Sebab daging kambing mengandung sejumlah kolesterol.
Sehingga jika berlebihan dalam mengkonsumsinya, dapat memicu kolesterol tinggi.
Kolesterol tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko penumpukan plak.
Kondisi ini menyebabkan terjadinya aterosklerosis, yaitu kondisi pembuluh darah menyempit dan mengeras.
Memicu penyakit jantung dan pembuluh darah dan meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi.
3. Hindari Konsumsi Daging Kambing Bersama Makanan dan Minuman Ini
Daging kambing banyak mengandung zat besi, sebagai bahan pembentuk sel darah merah.
Agar kandungan zat besi ini dapat terserap dengan optimal, maka hindari mengkonsumsi daging kambing bersamaan dengan teh, susu, atau obat mag.
Sebaliknya, akan sangat baik jika saat mengkonsumsi daging kambing juga diimbangi dengan asupan yang mengandung vitamin C tinggi.
Di antaranya seperti air perasan jeruk murni atau jus mangga tanpa gula. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria