RADARSOLO.COM - Kasus diabetes melitus (DM) dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM).
Namun, kedua penyakit itu bisa memicu komplikasi serius. Upaya preventif bisa dilakukan sejak dini.
Ada peningkatan kejadian penyakit menular yang belum teratasi dengan baik. Di antaranya, tuberculosis (TB), demam berdarah dengue (DBD), malaria dan lainnya.
Sementara itu, angka DM di Kota Susu tembus 3.623 kasus dan hipertensi capai 36.157 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Teguh Tri Kuncoro mengatakan, saat ini kasus PTM di Kota Susu didominasi DM dan hipertensi.
Penyakit DM dan hipertensi harus dikelola dengan baik. Jika tidak, bisa berakibat fatal dan berbahaya.
"Kadar gula yang terlalu tinggi, dapat merusak organ tubuh dan meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius. Sedangkan hipertensi dapat merusak pembuluh darah dan organ vital, dan juga meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius," jelas Teguh.
Teguh menerangkan, risiko komplikasi yang mungkin terjadi adalah penyakit jantung dan stroke, gagal ginjal, kerusakan otak dan syaraf bahkan kebutaan.
Namun, semua itu dapat dikendalikan dan dicegah dengan perubahan gaya hidup, pemeriksaan rutin dan pengobatan.
"Untuk dapat mencegah dan mengendalikan, kita harus tahu apakah kita berisiko menderita hipertensi dan DM dengan melakukan deteksi dini. Saat ini, di Kabupaten Boyolali dipalorkan jumlah kasus hipertensi sebanyak 36.157 kasus dan DM sebanyak 3.263 kasus," papar dia.
Dia lantas luncurkan program integrasi deteksi dini penyakit bagi masyarakat Boyolali (Indenmobil). Program ini dijalankan fasilitas kesehatan daerah.
Mulai di posyandu, puskesmas pembatu (pustu) dan puskesmas. Program ini sejurus dengan program Kemenkes, integrasi layanan primer (ILP).
Dinkes melakukan integrasi deteksi dini penyakit. Apakah masyarakat punya risiko penyakit tertentu.
"Deteksi ini gratis di posyandu. Lalu di pustu dan puskesmas sejalan dengan program ILP. Kami sudah mulai, awalnya di Puskesmas Mojosongo dan Cepogo. Lalu kami juga ada puskesmas yang menjadi percontohan ILP di enam puskesmas. Itu di Mojosongo, Cepogo, Ngemplak dan lainnya," ujar dia.
Masyarakat bisa melakukan tes DM gratis. Apakah tingkat gula darah tinggi atau tidak. Termasuk potensi penyakit hipertensi. Begitu ada temuan, maka petugas kesehatan desa akan melakukan intervensi.
Di sisi lain, pihaknya telah melakukan pelatihan nakes untuk deteksi dini. Begitu ada masyarakat ingin deteksi dini, mereka bisa melakukan beberapa deteksi penyakit.
"Kami harap akhir tahun itu semua puskesmas sudah menjalankan. Harapan kami dengan deteksi dini ini masyarakat bisa mengetahui, oh, saya punya risiko penyakit apa,” ujar dia.
Dengan deteksi dini ini maka masyarakat bisa mengantisipasi dengan merubah pola hidup sehat. Tiap puskesmas dan pustu juga sudah mengedukasi, sehingga bisa dicegah sejak dini. (rgl/bun)
Editor : Damianus Bram