Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tips Pertolongan Cepat Menolong Korban Yang Tiba-Tiba Mengalami Henti Jantung

Niko auglandy • Rabu, 31 Juli 2024 | 16:48 WIB

 

Teknik bantuan hidup dasar untuk mengecek kondisi seseorang yang tak sadarkan diri.
Teknik bantuan hidup dasar untuk mengecek kondisi seseorang yang tak sadarkan diri.

RADARSOLO.COM - Pagelaran Badminton Asia Junior Championships 2024 di GOR Among Rogo, Jogja, 30 Juni lalu geger. Pebulu tangkis asal Tiongkok, Zhang Zhi Jie mengalami henti jantung secara mendadak saat bertanding melawan pebulu tangkis asal Jepang, Kazuma Kawano.

Zhang dilarikan ke RSPAU Dr. S. Hardjolukito dan RSUP Dr. Sardjito, namun nyawa pemuda 17 tahun tersebut tidak tertolong.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia dr. Radityo Prakoso, Sp.JP (K) mengatakan, seharusnya Zhang segera mendapatkan bantuan hidup dasar sejak dia jatuh. Baik dengan resusitasi jantung paru maupun dengan alat Defibrilator Eksternal Otomatis (AED).

Kabar mengejutkan tersebut menyadarkan kita sebagai orang awam untuk dapat menguasai teknik bantuan hidup dasar (BHD). BHD adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menolong seorang korban yang secara tiba-tiba mengalami henti jantung dan henti napas.

Kepala Sub Seksi PM IGD Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi Solo dr. Albert Krisnayudha Sinuraya
Kepala Sub Seksi PM IGD Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi Solo dr. Albert Krisnayudha Sinuraya

BHD awam dapat dilakukan oleh orang awam atau nonmedis sampai bantuan tenaga medis profesional datang.

Kepala Sub Seksi PM IGD Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi Solo dr. Albert Krisnayudha Sinuraya menyarankan, teknik BHD awam sebaiknya dikuasai oleh semua orang. Ini karena henti napas dan henti jantung bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja.

Henti jantung secara mendadak disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem kelistrikan jantung.

Ketika ventrikel atau bilik jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh tidak terkendali getarannya, ritme jantung menjadi berubah drastis dan mengakibatkan jantung berdetak secara tidak wajar.

Ketika ada orang yang tidak sadarkan diri secara mendadak, mengatakan orang yang sehat dan berada di sekitarnya harus melakukan assessment terhadap kondisi korban sebelum melakukan BHD. Assessment tersebut berupa memastikan keamanan lingkungan di sekitar korban, menilai respons korban, dan meminta bantuan jika diperlukan.

Jika lingkungan sudah dipastikan aman, yang harus dilakukan selanjutnya adalah memeriksa respons korban. Caranya dengan memanggil atau menepuk bahu korban. Apabila tidak ada respons, secepatnya minta bantuan untuk dibawa ke rumah sakit.

dr. Albert menyampaikan jika seseorang tidak sadarkan diri secara tiba-tiba tanpa ada sebab dari luar. Penyebab terbesarnya adalah karena henti jantung. Hal ini harus segera disadari agar bisa segera dilakukan tindakan BHD sehingga survival rate (tingkat keselamatan) korban tinggi.

Mengenai teknik BHD bagi orang awam/nonmedis dengan cara melakukan pijat jantung saja. Pijat jantung dilakukan dengan kedua tangan mengepal di atas dada korban, tegak lurus 90 derajat dengan dinding dada.

Pastikan posisi siku lurus tidak menekuk, dan posisikan kepalan tangan di tulang dada 1/2 bagian bawah. Lakukan tekanan dengan kuat dan cepat, dengan kecepatan berkisar 100-120x tekanan per menit.

Lakukan pijat jantung bergantian dengan penolong lainnya setiap 2 menit, untuk menjaga kualitas pijat jantung tetap optimal. Pijat jantung dilakukan idealnya sampai pertolongan tenaga medis profesional datang.

Meskipun BHD tidak menjamin keselamatan korban 100 persen, namun tingkat keselamatan pasien dapat mencapai 30-40 persen jika BHD dilakukan kurang dari satu menit sesaat korban tidak sadarkan diri.

Persentase keselamatan korban tersebut bisa menurun secara signifikan jika BHD tidak segera dilakukan.
Sementara itu saat melihat orang tidak sadarkan diri pasti akan timbul rasa panik dan tegang menghadapi situasi tersebut.

dr. Albert juga memberi tips agar tak panik dalam proses penyelamatan, yakni kita perlu menghirup nafas dalam-dalam untuk membantu menenangkan diri. Yang penting yaitu mengamati lingkungan sekitar dan memastikan bahwa aman untuk mendekati korban.

Jika sudah menguasai teknik BHD maka segera lakukan bantuan hidup dasar sembari mengatakan pada diri sendiri bahwa kepanikan tidak membantu saat situasi gawat darurat.

Tindakan BHD harus tetap dilanjutkan meskipun korban tidak kunjung sadarkan diri sampai pertolongan tenaga medis datang ke tempat kejadian. Namun, apabila korban tidak menunjukkan adanya respons sama sekali sampai 20 menit, BHD boleh dihentikan.

Menurut European Society of Cardiology, BHD awam yang dilakukan dengan optimal dan benar sesegera mungkin setelah korban mengalami henti jantung, tingkat keselamatan pasien bisa berkisar antara 36.8 persen, dan menurun secara signifikan apabila bantuan hidup dasar ditunda di setiap menitnya. BHD yang diberikan >3 menit menurunkan tingkat keselamatan menjadi 15 persen dan menurun drastis di bawah 10 persen jika dilakukan setelah >5 menit. (nik)

Editor : Niko auglandy
#henti jantung #dr oen kandang sapi solo #kesehatan #bhd