Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pentingnya Pencegahan dan Pengobatan Hepatitis, Ini info dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Moewardi

Maulida Afifa Tri Fahyani • Kamis, 1 Agustus 2024 | 13:00 WIB
ISTIMEWA  Talkshow Hepatitis Bisa Dicegah dan Disembuhkan yang digelar, Rabu (31/7).
ISTIMEWA Talkshow Hepatitis Bisa Dicegah dan Disembuhkan yang digelar, Rabu (31/7).

RADARSOLO.COM - Hari Hepatitis Sedunia atau World Hepatitis Day merupakan hari peringatan kesehatan masyarakat yang diperingati pada 28 Juli setiap tahunnya. Momen ini diperingati guna meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia tentang penyakit hepatitis. 

Hepatitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada hati (liver), yang dapat menyerang baik orang dewasa maupun anak-anak.

"Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk virus hepatitis B dan C, serta gangguan metabolik seperti NAFLD atau penyakit hati berlemak non alkohol pada orang dewasa," terang Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Moewardi dr. Triyanta Yuli Pramana dalam Talkshow "Hepatitis Bisa Dicegah dan Disembuhkan", Rabu (31/7).

Pada anak-anak, hepatitis B seringkali ditularkan dari ibu ke buah hati saat kelahiran atau dalam kandungan. Namun, kasus hepatitis C pada anak lebih jarang terjadi. Triyanta menyebut, Indonesia merupakan salah satu daerah endemis hepatitis B, dengan penularan yang sering terjadi sejak masa kanak-kanak.

"Oleh karena itu, pencegahan pada ibu hamil sangat penting untuk mengurangi risiko penularan ke anak," jelasnya.

Persentase penularan hepatitis B dari ibu ke anak sangat besar, sehingga langkah-langkah pencegahan sangat krusial. Salah satunya adalah dengan vaksinasi hepatitis B untuk ibu hamil dan bayi mereka.

Vaksinasi pada anak-anak dimulai segera setelah lahir, diikuti dengan dosis lanjutan pada usia dua bulan, empat bulan, enam bulan, dan satu tahun. Setelah serangkaian vaksinasi, anak akan diperiksa untuk memastikan keberhasilan vaksinasi melalui tes anti-HBs dan anti HBAg.

"Hepatitis memiliki risiko kematian yang cukup tinggi. Maka dari itu, WHO mencanangkan Juli sebagai bulan peringatan Hari Hepatitis Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat," lanjut dr Triyanta.

Hepatitis B dan C sering disebut sebagai "silent killer" karena gejalanya sering tidak terlihat hingga penyakit telah berkembang ke tahap lanjut. Pada awalnya, gejala dapat berupa rasa sakit pada perut bagian atas, demam, mual, muntah, air kencing yang berwarna gelap, dan kulit serta mata yang menguning.

Pada anak-anak yang terinfeksi hepatitis B, pengobatan bergantung pada tingkat keparahan penyakit. Pada tahap awal, biasanya anak akan diobservasi untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya.

"Jika seorang ibu hamil teridentifikasi positif hepatitis B, maka jumlah virusnya akan dicek dan diberikan antivirus yang aman untuk menurunkan jumlah virus. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan ke anak," tambahnya.

Triyanta mengungkapkan, masyarakat diimbau untuk melakukan vaksinasi guna mencegah penularan hepatitis, terutama mereka yang berisiko tinggi atau yang sering berinteraksi dengan pengidap hepatitis.

"Jika ada ibu hamil yang positif hepatitis, mereka bisa datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar dr Triyanta.

Diharapkannya, melalui upaya pencegahan dan pengobatan yang dilakukan ini dapat menurunkan jumlah kasus hepatitis di Indonesia.

"Anjurannya vaksinasi dan pemeriksaan rutin ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan tindakan pencegahan yang efektif, sehingga penyebaran hepatitis dapat dikendalikan dengan lebih baik di masa depan," tukasnya. (ul/nik)

Editor : Niko auglandy
#hati #liver #penyakit #hepatitis