RADARSOLO.COM - Kasus keracunan yang menimpa siswa sekolah kembali terjadi. Kali ini warga Jatiroto, Wonogiri digegerkan dengan kasus keracunan yang dialami puluhan siswa SDN 2 Jatiroto.
Berdasarkan laporan, ada sekira 20 siswa SDN 2 Jatiroto yang diduga mengalami keracunan.
Tiga siswa di antaranya harus menjalani rawat inap di dua klinik kesehatan Kecamatan Jatiroto.
Diduga, puluhan siswa SDN 2 Jatiroto itu mengalami gejala keracunan, seperti mual, pusing dan muntah karena mengonsumsi jajanan minuman yang dijual pedagang di sekitar sekolah.
Tips Memilih Jajajan Sekolah yang Sehat dan Aman
Kasus keracunan makanan yang disebabkan jajanan ini sudah kerap dialami para siswa.
Terutama siswa SD yang rata-rata belum begitu memahami tentang jajajanan yang sehat dan aman.
Meski peristiwa keracunan ini bisa saja disebabkan oleh makanan yang tampak dari luar baik-baik saja, setidaknya sebagai orang tua bisa memberikan pemahaman kepada anak untuk bisa memilih jajanan yang sehat.
Sehingga bisa meminimalisir kejadian keracunan makanan pada anak.
Lantas, apa saja hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan mengedukasi anak terkait jajanan yang aman dengan sehat?
Berikut beberapa tips memilih jajanan anak yang aman dan sehat:
1. Perhatikan Kebersihan Penjual
Kebersihan adalah faktor utama dalam memilih jajanan yang aman.
Anda bisa mengedukasi anak agar melihat dan memastikan penjual menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat berjualan.
Penjual yang bersih biasanya menggunakan sarung tangan dan penjepit makanan, serta menyediakan tempat sampah yang tertutup.
2. Pilih Jajanan yang Dimasak dengan Matang
Makanan yang dimasak dengan baik dapat membunuh bakteri dan kuman yang berbahaya.
Anak bisa diedukasi untuk menghindari makanan yang setengah matang atau mentah, seperti sushi atau sate yan ghanya dipanggang sebentar.
Pilih jajanan yang dimasak dengan sempurna, seperti bakso, gorengan, atau makanan yang direbus.
3. Hindari Makanan dengan Warna Mencolok
Beri edukasi kepada anak agar menghindari makanan dengan warna mencolok.
Makanan yang terlalu berwarna mencolok seringkali mengandung pewarna buatan yang bisa berbahaya bagi kesehatan.
Pilih jajanan dengan warna alami atau yang tidak terlalu mencolok.
Pewarna alami seperti kunyit untuk warna kuning atau daun pandan untuk warna hijau lebih aman untuk dikonsumsi.
4. Perhatikan Bahan Baku
Sebagai orang tua, Anda juga bisa ikut ikut memastikan jika jajanan yang dipilih sang buah hati menggunakan bahan baku yang segar dan berkualitas.
Hindari makanan yang menggunakan bahan pengawet atau bahan kimia lainnya.
Sebisa mungkin, tanyakan kepada penjual tentang bahan baku yang digunakan.
5. Pilih Jajanan yang Mengandung Gizi Seimbang
Selain aman, jajanan juga harus sehat dan mengandung gizi yang seimbang.
Pilih jajanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
Contohnya sandwich, buah segar, kacang-kacangan, atau yoghurt.
6. Jangan Lelah Edukasi Anak tentang Jajanan Sehat
Peran orang tua untuk selalu mengedukasi anak tentang pentingnya memilih jajanan yang sehat dan aman, sangatlah penting.
Maka, Anda sebagai orang tua pun harus telaten dan sungguh-sungguh dalam memberikan edukasi.
Ajarkan anak untuk mengenali ciri-ciri makanan yang bersih dan aman dikonsumsi. S
elain itu, dorong anak untuk lebih memilih makanan yang disiapkan di rumah daripada membeli jajanan di luar.
7. Bawa Bekal dari Rumah
Cara terbaik untuk memastikan anak mendapatkan jajanan yang sehat dan aman adalah dengan membawa bekal dari rumah.
Dengan begitu, orang tua bisa mengontrol bahan dan proses pembuatan makanan tersebut.
Bekal dari rumah juga bisa lebih bervariasi dan bergizi. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria