RADARSOLO.COM - Remaja 17 tahun yang nekat loncat dari lantai 3 Solo Paragon Mall disebut memiliki gangguan mental bipolar. Beruntung, pelajar SMA itu bisa selamat karena jatuh tepat di atas kasur spring bed yang dipamerkan di lantai dasar.
Remaja berinisial ASH tersebut langsung dilarikan ke RS PKU Solo untuk mendapat penanganan.
Berdasarkan keterangan Kapolsek Banjarsari Kompol Parjono, ASH mengeluhkan sakit di bagian punggung.
"Kondisi korban sehat, selamat, meski mengeluh sakit di punggung," kata Parjono, Sabtu (9/8).
Parjono mengungkat, dari keterangan gurunya, korban ASH diketahui mengalami gangguan bipolar.
Pihaknya pun menduga, kejadian itu dipicu kondisi ASH yang telat mengonsumsi obat.
“Informasi (mengidap) bipolar. Jadi ketergantungan obat. Mungkin telat minum obat,” ungkap Parjono.
Lantas, bagaimana pengidap bipolar bisa mengalami kejadian seperti ASH?
Dan bagaimana menanganinya agar orang yang mengalami bopolar tetap bisa stabil?
Apa Itu Bipolar?
Gangguan bipolar atau biasa disebut bipolar dissorder adalah salah satu gangguan mental yang sering terjadi.
Gangguan ini ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem, dari merasa sangat bahagia hingga tiba-tiba menjadi sangat sedih dalam waktu singkat.
Bagi pengidap bipolar, kondisi ini bisa menjadi sangat menyulitkan jika tidak ditangani dengan baik.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gangguan Bipolar
Dilansir dari halodoc, menurut National Health Service UK, ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya gangguan bipolar, antara lain:
- Ketidakseimbangan Kimia Otak
Ketidakseimbangan neurotransmitter, zat kimia yang mengatur fungsi otak, diyakini menjadi salah satu penyebab utama bipolar.
- Riwayat Keluarga
Faktor genetik memainkan peran penting dalam gangguan bipolar.
Jika ada anggota keluarga yang mengidap bipolar, risiko Anda mengalaminya juga lebih tinggi.
- Faktor Eksternal
Stres, depresi, dan tekanan kehidupan sehari-hari seperti masalah keuangan, pekerjaan, atau hubungan sosial juga dapat menjadi pemicu bipolar.
Langkah-Langkah Penanganan Gangguan Bipolar
Gejala bipolar tidak akan hilang dengan sendirinya.
Pengobatan dan terapi adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi gangguan ini.
Pengobatan dapat membantu mengurangi stres dan depresi.
Sedangkan psikoterapi seperti cognitive behavioral therapy (CBT) dan interpersonal and social rhythm therapy (IPSRT) membantu mengelola gejala dengan lebih baik.
Selain pengobatan medis, dukungan dari keluarga dan kerabat sangat penting.
Mengadopsi gaya hidup sehat, termasuk rutin berolahraga seperti berjalan santai, bersepeda, atau yoga, juga dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pengidap bipolar.
Dengan penanganan yang tepat, pengidap bipolar dapat hidup lebih produktif dan bahagia. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria