RADARSOLO.COM - Melonjaknya anak yang menggunakan kacamata dalam beberapa tahun terakhir memang cukup mencolok.
Kondisi ini tentu perlu edukasi agar bisa dilakukan pencegahan dan penanganan sejak dini.
Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya anak muda memiliki masalah dengan penglihatan.
Seperti teknologi smartphone saat ini yang mendorong anak terlalu banyak melihat layar.
Penggunaan gadget seperti ponsel, tablet, dan komputer dalam waktu yang lama menjadi salah satu penyebab utama.
Cahaya biru dari layar dapat membuat mata cepat lelah dan berpotensi merusak penglihatan.
Selain itu ada faktor genetik atau keturunan juga berperan besar. Jika orang tua memiliki masalah penglihatan, kemungkinan anaknya juga akan mengalami hal yang sama.
Selain itu anak saat ini kurang aktivitas luar ruangan. Karena sebenarnya bermain di luar ruangan dapat membantu menjaga kesehatan mata.
Kurangnya paparan sinar matahari alami dapat meningkatkan risiko masalah penglihatan.
Faktor lain yakni kekurangan nutrisi tertentu, seperti vitamin A, dapat mempengaruhi kesehatan mata.
Bahkan beberapa penyakit atau kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, juga dapat menyebabkan masalah penglihatan pada anak.
Ketua Ikatan Profesi Optometrist Indonesia (IROPIN) Sragen Nuraini menyampaikan, saat ini banyak pelajar atau siswa yang sudah menggunakan kacamata. Jika orang tua bisa dipahami, penyebab karena faktor usia.
Sedangkan pelajar atau anak, ada masalah yang menyebabkan memaksa menggunakan kacamata.
”Bisa karena faktor keturunan, faktor pola hidup atau juga pola makan,” terangnya.
Dia menjelaskan, Gen Z banyak melihat handphone dalam waktu lama. Sebenarnya handphone aman 2 jam saja. Selebihnya mata diistirahatkan untuk mengakomodasi mata.
”Karena fokus penglihatan selalu dekat. Maka harus diakomodasi, jauh dekat,” terangnya.
Nuraini juga menjelaskan kebiasaan membaca sembari tiduran akan mempengaruhi kesehatan mata. Lantas membaca di ruang yang kurang terang juga berdampak buruk.
Kemudian dia menekankan pola makan dengan jajanan siap saji juga berpengaruh. Jika makanan kurang vitamin, akan menimbulkan masalah.
Termasuk pada otot mata. Seperti asupan untuk mata dengan konsumsi sayur yang mengandung vitamin A.
”Makan siap saji juga kurang sehat. Maka sebaiknya sebisa mungkin bisa dihindari,” terang dia.
Lantas untuk mengurangi dampak anak yang menggunakan kacamata, maka bisa memeriksakan mata secara berkala.
Penting untuk diingat bahwa setiap anak berbeda. Jika kamu khawatir tentang penglihatan sebaiknya konsultasikan dengan dokter mata. (din/bun)
Editor : Damianus Bram