RADARSOLO.COM-RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten menyelenggarakan Soeradji International Conference (SIC) di Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa, Jumat-Sabtu (13-14/9/2024).
Seminar internasional ini mengangkat tema "Exploring Challenges, Issues, Emerging Trends in Neuro Oncology and Neurovascular Update".
Bertujuan memajukan inovasi berbasis riset dalam pelayanan kesehatan, khususnya di bidang neuro onkologi dan neurovaskular.
Acara ini menghadirkan 20 narasumber dari Indonesia, Jepang, Singapura, dan Britania Raya.
Diantaranya Prof. dr. Arif Faisal, Tatsuhiko Nakasato, Dr. Vincent Nga, dan Dr. Noeimia Pereira.
Sebanyak 700 peserta mengikuti seminar ini, baik secara langsung maupun daring, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap perkembangan terbaru di bidang kesehatan saraf.
Seminar dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dr. Sholahuddin Rhatomy.
Dia menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
"Kami rutin mengadakan seminar internasional dengan tema yang berbeda-beda. Tahun ini, kami mengadakan tiga kali seminar. Sebelumnya tentang perawatan paliatif di Solo, saat ini mengenai saraf, dan selanjutnya tentang ibu dan anak pada akhir tahun," ujarnya, Jumat (13/9/2024).
Pada sesi pertama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Klaten dr. Muhammad Husen Prabowo, memaparkan materi terkait etika dan hukum kesehatan.
Dilanjutkan dengan presentasi dari narasumber internasional seperti Tatsuhiko Nakasato dan Prof. dr. Arif Faisal.
Mereka membahas berbagai isu terkini dalam neuro onkologi dan neurovaskular.
Baca Juga: FK Undip Akhirnya Akui Ada Perundungan di Lingkup PPDS, Siapa Pelaku Pembully Aulia Risma Lestari?
Para peserta juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan para ahli, memperdalam pemahaman mereka mengenai topik yang dibahas.
Ketua panitia seminar dr. Wisnu Baskoro menjelaskan, simposium kali ini berfokus pada pembahasan tentang stroke, neuro onkologi, dan neurovaskular, sesuai dengan program Kementerian Kesehatan RI.
"Kami prioritaskan layanan stroke dan penyakit saraf lainnya karena angka kematiannya tinggi di Indonesia. Dengan melibatkan narasumber dari luar negeri, kami berharap dapat mengetahui pembaruan manajemen terbaru yang bisa diaplikasikan di sini," ungkapnya.
Dr. Wisnu menyoroti bahwa stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia, sehingga penanganannya perlu terus diperbarui.
"Stroke adalah kondisi darurat yang terjadi mendadak. Sayangnya, skrining di Indonesia belum seoptimal negara lain. Padahal, skrining penting untuk pencegahan sebelum stroke terjadi," jelasnya.
Diketahui, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten telah menerima tiga penghargaan internasional terkait penanganan stroke.
Rumah sakit ini juga telah membuka unit layanan stroke dengan kapasitas 12 tempat tidur.
"Kebanyakan selalu penuh, menunjukkan tren meningkatnya kasus stroke, tetapi juga bahwa kesadaran masyarakat mulai membaik," kata dr. Wisnu.
Selain seminar, acara ini juga menampilkan berbagai stand promosi kesehatan dan layanan penunjang lainnya.
Termasuk lomba poster ilmiah yang diikuti oleh tenaga medis dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dr. Wisnu berharap melalui konferensi ini, para praktisi kesehatan dapat memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kualitas penanganan pasien.
"Kami ingin berbagi ilmu dan pengetahuan terkait neuro onkologi dan neurovaskular, agar bisa diaplikasikan dalam pelayanan sehari-hari," pungkasnya. (ren/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono