RADARSOLO.COM - Musim pancaroba, dengan kondisi cuaca yang tidak menentu seperti panas terik di siang hari dan hujan di malam hari, sering kali membuat daya tahan tubuh menurun. Salah satu keluhan yang umum terjadi adalah sakit tenggorokan.
Menurut dr Aris Surawan Giriyanto, sakit tenggorokan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus dan bakteri.
“Virus flu merupakan penyebab paling umum dari sakit tenggorokan. Biasanya, flu disertai gejala lain seperti demam, hidung tersumbat, dan batuk. Selain itu, ada juga virus Epstein-Barr yang menyebabkan mononukleosis, serta virus herpes simplex yang bisa memicu nyeri tenggorokan,” jelas Aris kepada Radar Solo.
Infeksi bakteri juga bisa menyebabkan sakit tenggorokan, misalnya Streptococcus pyogenes, yang dapat memicu radang tenggorokan atau faringitis.
"Infeksi ini sering ditandai dengan bintik-bintik putih pada amandel (tonsil). Bakteri lain seperti Mycoplasma pneumoniae atau Chlamydia pneumoniae juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan," tambah dr. Aris.
Selain infeksi, iritasi dari asap rokok atau polusi udara juga bisa menjadi pemicu. Partikel polutan di udara dapat mengiritasi saluran pernapasan, termasuk tenggorokan.
Reaksi alergi terhadap serbuk sari, bulu hewan, atau zat iritan lainnya pun dapat menyebabkan tenggorokan terasa gatal dan nyeri.
Penyebab lain yang tidak boleh diabaikan adalah naiknya asam lambung ke kerongkongan, yang dapat mengiritasi tenggorokan, serta dehidrasi akibat kurang minum air.
“Kurangnya asupan cairan membuat lendir di tenggorokan mengering dan menyebabkan iritasi,” jelasnya.
Terlalu banyak berbicara atau berteriak juga bisa memicu ketegangan pada otot-otot tenggorokan, terutama jika dilakukan dalam jangka waktu lama.
Untuk mencegah sakit tenggorokan, dr. Aris menyarankan beberapa langkah sederhana.
1. Minum Air Putih yang Cukup
Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik untuk menjaga kelembapan tenggorokan.
2. Menjaga Kebersihan
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah keluar rumah.
3. Hindari Kontak dengan Orang Sakit
Jika ada anggota keluarga atau teman yang sakit, usahakan untuk tidak melakukan kontak langsung.
4. Menjaga Kelembapan Udara
Gunakan humidifier di ruangan, terutama saat menggunakan pendingin udara.
5. Hindari Asap Rokok dan Polusi Udara
Menghirup asap rokok dan polutan dapat memperburuk kondisi tenggorokan.
6. Konsumsi Makanan Bergizi.
Makanan sehat dapat memperkuat sistem imun tubuh, sehingga lebih mampu melawan infeksi.
"Namun, jika sakit tenggorokan disertai dengan gejala lain seperti demam tinggi, sulit menelan, nyeri telinga, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam kulit, atau sesak napas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat," tutur Aris.
Faringitis, atau peradangan pada tenggorokan, menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi.
Di Indonesia, sekitar 25 persen dari kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) disebabkan oleh faringitis akut. (din/bun)
Editor : Damianus Bram