RADARSOLO.COM - Kondisi kematian mendadak saat tidur tengah ramai dibahas, menyusul meninggal artis senior sekaligus mantan anggota DPR RI Marissa Haque secara tiba-tiba, Rabu (10/2).
Ya, Marissa Haque meninggal secara mendadak, tanpa mengeluhkan sakit apapun sebelumnya.
"Nggak ada apa-apa, nggak ada jatuh atau apapun. Menurut suaminya ya sudah tidak dalam keadaan tidak bergerak," ucap sang adik almarhumah, Soraya Haque.
Dia pun mengatakan jika meninggalnya sang kakak karena memang sudah waktunya.
"Penyebabnya karena ajal saja. Kita harus yakin bahwa ajal bisa datang tanpa alasan. Ajal bisa saja menjemput ya, kalau sudah waktunya kembali ya kembali," papar Soraya.
Apapun penyebabnya, meninggalnya Marissa Haque telah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun dunia hiburan dan politik tanah air.
Mengingat kiprah dan dedikasi almarhumah yang sangat tinggi, baik di dunia hiburan maupun tanah air.
Ramainya kabar soal meninggalnya Marissa Haque ini juga membuat masyarakat penasaran dengan fenomena kematian mendadak saat tidur.
Lantas, bagaimana kematian mendadak saat tidur bisa terjadi?
Dilansir dari halodoc, kematian mendadak saat tidur biasanya disebabkan oleh gangguan pada sistem organ yang saling berhubungan, seperti gagal jantung atau gangguan paru-paru.
Perubahan ritme jantung, henti jantung mendadak, serta penurunan fungsi jantung akibat gagal jantung kongestif (CHF) adalah kondisi medis utama yang dapat memicu kematian saat tidur.
Penyebab Meninggal saat Tidur
Berikut ini beberapa kondisi kesehatan yang bisa memicu kematian saat tidur:
1. Serangan Jantung
Serangan jantung adalah salah satu penyebab umum seseorang meninggal saat tidur.
Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat, sehingga otot jantung kekurangan oksigen.
Akibatnya, otot jantung bisa rusak atau mati, yang berujung pada ketidakmampuan jantung memompa darah dengan efektif.
Tak hanya orang tua, serangan jantung juga dapat terjadi pada orang muda, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung.
2. Stroke
Gangguan aliran darah ke otak dapat menyebabkan stroke, yang berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Stroke yang terjadi saat tidur sering kali tidak menunjukkan gejala awal yang jelas.
Penyebab stroke bisa berupa gumpalan darah atau pecahnya pembuluh darah di otak yang mengakibatkan kerusakan jaringan otak.
3. Epilepsi
Epilepsi atau gangguan kejang memiliki risiko tinggi terhadap kematian mendadak saat tidur yang dikenal sebagai SUDEP (Sudden Unexpected Death in Epilepsy).
Baca Juga: Ada Rencana Gerakan Hakim Mogok Bersama, Ini Sikap Pengadilan Negeri Karanganyar
4. Keracunan Karbon Monoksida
Keracunan karbon monoksida sering kali terjadi tanpa disadari karena gas ini tidak memiliki warna dan bau.
Keracunan karbon monoksida bisa terjadi di rumah akibat peralatan seperti pemanas air atau pengering pakaian.
Memasang detektor karbon monoksida di rumah bisa membantu mencegah kejadian ini.
5. Diabetes
Penderita diabetes tipe 1 lebih rentan mengalami kematian mendadak saat tidur.
Dalam beberapa kasus, hipoglikemia berat (penurunan drastis gula darah) menjadi penyebab utama kematian ini.
Oleh karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk memantau kadar gula darah dengan baik, terutama pada malam hari.
6. Sleep Apnea
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan henti napas sesaat saat tidur.
Kondisi ini bisa menurunkan kadar oksigen dalam darah, yang dapat memicu henti jantung atau masalah kesehatan serius lainnya jika tidak ditangani.
7. Aneurisma Otak
Aneurisma adalah kondisi di mana pembuluh darah di otak pecah, menyebabkan pendarahan yang dapat berakibat fatal.
Aneurisma yang terjadi saat tidur sering kali sulit terdeteksi dan dapat menyebabkan kematian mendadak.
Pencegahan Kematian Mendadak saat Tidur
Meski beberapa kondisi penyebab kematian mendadak saat tidur sulit diprediksi, langkah pencegahan tetap bisa dilakukan dengan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Berikut tips yang bisa membantu:
- Rutin periksa kesehatan
Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama jika memiliki riwayat penyakit jantung atau diabetes.
- Pantau kualitas tidur
Pastikan kamu memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas untuk menjaga keseimbangan fungsi tubuh.
- Kenali gejala awal
Waspadai gejala-gejala seperti detak jantung tidak beraturan, sesak napas, atau sakit kepala berlebih.
- Hindari begadang
Usahakan tidur sesuai jadwal untuk menjaga ritme sirkadian tubuh.
Mengetahui penyebab kematian saat tidur dan melakukan langkah pencegahan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko kesehatan yang lebih serius.
Tetap perhatikan pola hidup sehat dan konsultasikan ke dokter jika ada gejala yang mencurigakan. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria