Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Apa Itu Latiao? Jajanan Viral Asal China yang Sebabkan Keracunan di Indonesia: BPOM Minta Musnahkan!

Syahaamah Fikria • Sabtu, 2 November 2024 | 05:00 WIB
Ilustrasi latiao.
Ilustrasi latiao.

RADARSOLO.COM - Jajanan asal China, Latiao bikin geger, menyusul kasus keracunan yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Kini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melarang peredaran Latiao.

Latioa memang telah jadi viral dan populer di Indonesia, belakangan ini. Jajajan asal China itu banyak dijual online di marketplace.

Lantaran jadi viral, banyak yang penasaran dan ikut-ikutan menjajal Latiao.

Naas, Latiao diduga menjadi penyebab keracunan makanan yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Bahkan, kasus tersebut Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLBKP).

"Kami menerima laporan mengenai kejadian luar biasa keracunan pangan di beberapa wilayah di Indonesia. Pertama terjadi di Lampung, kemudian Sukabumi, Wonosobo, Tangerang Selatan, Bandung Barat, Pamekasan. Terakhir di Riau," tutur Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, Jumat (1/11).

Lantas, apa itu Latiao? Bagaimana jajanan viral asal China itu bisa menjadi penyebab keracunan?

Apa Itu Latiao?

Latiao memiliki bentuk seperti stik panjang, dengan warna merah dan rasanya yang pedas.

Sehingga jajanan tersebut juga biasa disebut dengan spicy stick atau spicy gluten stick.

Jajanan dengan bahan dasar tepung terigu serta bumbu cabai dan rempah itu pertama kali muncul di Provinsi Hunan, China pada akhir 1990-an.

Awalnya, Latiao dibuat dari bahan sederhana berupa adonan tepung yang diproses melalui teknik ekstrusi pada suhu tinggi, lalu dicampur bumbu pedas khas.

Penciptaan Latiao berawal dari ide tiga penduduk lokal, Qiu Pingjiang, Li Mengneng, dan Zhong Qingyuan, yang melihat mesin pembuat mi beras di kota Changde.

Mereka memodifikasi adonan tepung terigu menjadi bentuk stik seperti lidi dan menambahkan rasa pedas yang menggugah selera.

Lantaran rasa gurih dan pedas yang bikin nagih, Latiao pun jadi jajajan populer di China.

Berawal dari warung kaki lima, jajanan itu kemudian masuk ke supermarket dan toko-toko modern.

Viral di Indonesia

Di Indonesia, Latiao menjadi populer karena media sosial.

Jajajan itu pun dengan cepat menjadi viral. Sehingga membuat banyak orang penasaran. terutama anak-anak.

Latiao banyak dijajakan secara online di marketplace.

Namun demikian, Latiao diduga belum mengantongi sertifikasi halal MUI.

Mengapa Bisa Sebabkan Keracunan?

Sayang, viralnya Latiao di Indonesia disertai kejadian memilukan berupa keracunan makanan.

Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLBKP) yang diduga disebabkan Latiao itu terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Berdasarkan hasil investigasi BPOM, ditemukan beberapa produk Latiao yang terkontaminasi bakteri Bacillus cereus.

Bakteri ini menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan sakit perut.

"Hasil pengujian laboratorium berdasarkan pengujian terhadap produk yang diduga menyebabkan KLBKP kami menemukan indikasi kontaminasi bakteri Bacillus Cereus," terang Taruna.

Dia pun menyebut, BPOM telah menguji 73 produk Latiao.

Dari jumlah itu, ditemukan empat produk yang positif mengandung bakteri Bacillus cereus.

BPOM juga telah memeriksa sarana peredaran yakni gudang importir dan distributor.

Diketahui, mereka tidak mematuhi Cara Peredaran Pangan Olahan yang Baik (CperPOB).

Adapun saat ini, BPOM telah menghentikan peredaran Latiao di Indonesia. Serta memerintahkan untuk pemusnahan jajanan viral asal China itu.

"Kami minta importir untuk segera melaporkan proses penarikan dan pemusnahan kepada BPOM. Kami juga terus memantau kepatuhan mereka," tandas Taruna. (ria)

 

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#bpom #viral #latiao #keracunan #china #jajanan