RADARSOLO.COM - Gaya hidup dan pola makan tidak sehat bisa memicu berbagai penyakit. Bahkan tak sedikit kasus penyakit dengan risiko kematian. Nah, apa saja sih yang harus diwaspadai?
Dokter Spesialis Radiologi Konsultan Radiologi Intervensi RSUD Pandan Arang Boyolali dr Luths Maharina Sp Rad (K) menjelaskan, pola makan dan gaya hidup sangat menentukan tingkat kesehatan seseorang.
Bahkan, gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat memicu penyakit dengan risiko kematian. Seperti jantung dan stroke.
“Pemicunya bisa karena tidak pernah olahraga dan makan makanan junk food, minuman tinggi gula dan lainnya,” ujar dr Luths.
Kemunculan penyakit itu bisa karena faktor risiko. Misalnya karena penyakit hipertensi, diabetes melitus (DM), kolestrol tinggi atau kelainan dipembuluh darah.
"Misal makannya tidak dijaga, itu bisa menyebabkan peningkatan tensi, kemudian darahnya naik. Lalu makan tidak dijaga, kolestrolnya naik. Akhirnya kolesterol menumpuk di pembuluh darah, dan pembuluh darahnya menyempit," jelasnya.
Penyempitan pembuluh darah di jaringan otak itu tentu membuat suplai makanan atau darah terhambat. Penyempitan pembuluh darah di otak inilah yang menyebabkan penyakit stroke.
Jika sudah muncul gejala seperti, mengalami kelemahan anggota tubuh, sakit kepala mendadak, rabun atau pandangan buram mendadak hingga berbicara pelo atau tidak jelas. Maka segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kini, alat kedokteran juga makin canggih. Ada alat bernama catch lab yang membantu dalam menghilangkan sumbatan-sumbatan fi pembuluh darah otah dan jantung.
"Hanya saja catch lab ada waktu maksimumnya. Jadi tidak boleh lebih dari enam jam sejak ketahuan sakit,” ujar dia.
Bila kurang dari enam jam langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan dengan catch lab. Agar pembuluh darah yang tadinya menyempit bisa segera diatasi.
“Biasanya orang-orang tidak tahu dibiarkan saja begitu. Akhirnya memperberat gejala penyakit itu," tandasnya. (rgl/bun)
Editor : Damianus Bram