RADARSOLO.COM - Kepada Ibu-ibu, jangan abaikan tahapan-tahapan anak di fase oral. Sentuhan-sentuhan dari ibu bisa menjadi rangsangan bagi anak.
Tak hanya membangun chemistry, menyusui anak secara langsung memberikan anak kenyamanan dan rasa aman.
Fase oral adalah tahap perkembangan otot-otot mulut, pipi, rahang dan sistem pencernaan yang mempengaruhi kemampuan berbicara dan makan.
Pada tahap ini, anak sangat suka memasukan benda-benda ke dalam mulutnya.
Psikolog Siti Masithoh menjelaskan, tahapan fase oral dimulai dari anak dilahirkan sampai dua tahun. Sebenarnya, perkembangan seks sudah dimulai sejak fase ini.
Pada fase oral ini, anak merasakan kenikmatan di organ mulut. Sehingga anak lebih suka menyusu ataupun memasukan beragam benda ke mulut.
Nah, kegiatan menyusui bayi ini ternyata fase yang sangat penting bagi perkembangan anak.
Hal itu selaras dengan ajaran Islam, anjuran untuk menyusui anak hingga usia dua tahun. Siti menekankan bahwa menyusu adalah salah satu hak anak yang harus dipenuhi ibu.
"Fenomena saat ini, banyak ibu yang bekerja. Kemudian peran menyusui tergantikan dengan dot. Padahal, kenikmatan dari proses mencari puting susu, menghisap, dekat dengan ibu, rasa aman dan nyaman tersebut tidak bisa didapatkan anak dari dot," ungkapnya, Jumat (31/1/2025).
Meskipun sibuk bekerja dan berkegiatan, ibu wajib memenuhi hak anak untuk menyusu.
"Padahal kedekatan dan kenyamanan itulah yang dibutuhkan anak pada saat fase oral," tambahnya.
Siti mengatakan, saat ini sudah banyak fasilitas umum yang ramah ibu menyusui. Ada fasilitas ruang laktasi baik di tempat umum maupun perkantoran.
Menyusui anak di tempat tertutup ternyata memberikan pembelajaran bagi anak.
"Menyusui dilakukan di tempat tertutup. Dari fase itu kita sudah mengajari budaya malu. Disaat menyesui ibu memberikan rasa aman, tidak dengan ponsel, banyak ngobrol, salawat, dimainkan musik. Maka diberikan rasa nyaman dan pendidikan sudah dimulai," jelasnya.
Selain itu, saat menyusu akan terbangun chemistry antara ibu dan anak.
"Jangan sampai dicopot ketika anak masih menyusu. Kalau anak belum merasa puas jangan dilepas, karena ada rasa nikmat yang dirasakan anak saat menyusu. Juga rasa aman dan anak juga bisa merakan kenyamanan itu," tandasnya. (rgl/bun)
Editor : Damianus Bram