RADARSOLO.COM – Makanan adalah sumber energi bagi tubuh, namun jika tidak diolah atau disimpan dengan benar, makanan bisa menjadi penyebab berbagai penyakit.
Salah satu masalah umum yang terjadi adalah keracunan makanan akibat kontaminasi bakteri, virus, atau zat berbahaya.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara memilih, mengolah, dan menyimpan makanan agar tetap aman dikonsumsi.
Kepala Dinas Kesehatan Sukoharjo Tri Tuti Rahayu mengatakan ada beberapa langkah penting yang dapat diterapkan sehari-hari untuk menghindari risiko keracunan makanan. Berikut ulasannya:
Baca Juga: Ikadi Klaten Gelar Lomba Dai, 91 Peserta Unjuk Semangat Dakwah
1. Kebersihan:
“Kunci utama dalam mencegah keracunan makanan adalah kebersihan, pengolahan yang benar, serta penyimpanan yang tepat,” ujar
Pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah menyiapkan makanan.
Peralatan dapur seperti pisau, talenan, dan panci juga harus selalu dalam keadaan bersih.
Baca Juga: Pedro Dias Dianggap Hina Persib di Media Sosial, Sebut Pernah Diludahi saat Persija Main di Bandung
2. Cuci Buah dan Sayuran:
Buah dan sayuran harus dicuci dengan air bersih, terutama jika akan dikonsumsi mentah.
3. Pengolahan Daging dan Ayam:
Untuk bahan makanan seperti daging dan ayam, cuci dengan air mengalir dan hindari menyimpannya terlalu lama dalam suhu ruangan.
4. Memasak dengan Suhu yang Tepat:
Makanan yang tidak dimasak dengan benar dapat menyebabkan keracunan.
Bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli dapat bertahan hidup jika makanan tidak mencapai suhu yang cukup tinggi.
Daging sapi dan unggas harus dimasak hingga suhu internal minimal 75°C, sementara telur harus dimasak sampai bagian putih dan kuningnya matang.
Produk olahan laut seperti ikan dan udang juga harus dimasak dengan baik.
5. Pemanasan Ulang Makanan:
Saat memanaskan ulang makanan, pastikan suhu cukup tinggi agar bakteri yang mungkin berkembang saat penyimpanan dapat mati.
6. Penyimpanan yang Tepat:
Makanan yang tidak segera dikonsumsi sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin pada suhu di bawah 5°C untuk memperlambat pertumbuhan bakteri.
“Gunakan wadah tertutup untuk menyimpan makanan, baik di dalam kulkas maupun di suhu ruangan, agar terhindar dari kontaminasi silang. Selain itu, makanan yang sudah disimpan lebih dari tiga hari di dalam kulkas sebaiknya tidak dikonsumsi lagi,” ujar Tuti.
Beberapa makanan memiliki risiko tinggi menyebabkan keracunan jika tidak ditangani dengan baik, seperti makanan mentah atau setengah matang, makanan yang sudah basi, serta makanan tanpa label atau informasi kadaluarsa.
Untuk itu, pastikan untuk selalu memeriksa kondisi makanan sebelum dikonsumsi.
Makanan yang memiliki bau menyengat atau tampilan yang berubah warna sebaiknya tidak dikonsumsi, meskipun masih dalam masa kadaluarsa.
Mencegah keracunan makanan jauh lebih mudah daripada mengobatinya. Jika seseorang mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, atau sakit perut setelah mengonsumsi makanan tertentu, segera cari pertolongan medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
“Dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam memilih, mengolah, dan menyimpan makanan, kita dapat menjaga kesehatan keluarga serta mengurangi risiko terkena penyakit akibat makanan yang tidak aman,” ujar Tuti. (kwl/bun/dam)
Editor : Damianus Bram