RADARSOLO.COM - Cuaca panas ekstrem melanda kawasan Indonesia, termasuk Soloraya beberapa hari terakhir. Hal itu terjadi karena masa peralihan menuju musim kemarau.
Saat cuaca panas menyengat, pilihan banyak orang untuk meneguk air dingin terasa sangat menyegarkan.
Namun di balik sensasi sejuk itu, para pakar kesehatan mengingatkan adanya risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.
Minum air dingin, apalagi yang suhunya mendekati 4 derajat celcius atau lebih rendah, memaksa tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu internal tetap di angka 37 derajat celcius.
"Tubuh harus menyesuaikan diri, dan hal ini bisa menimbulkan gangguan. Salah satunya adalah pada sistem pencernaan," terang Kepala Puskesmas Tasikmadu, Karanganyar, Dr.dr.Patria Bayu Murdi saat berbincang dengan Radarsolo.com.
Dikatakan dokter Bayu, air dingin atau air es, diketahui menyebabkan otot perut bisa berkontraksi, sehingga proses pencernaan menjadi tidak optimal.
Bahkan, kondisi ini bisa memicu sembelit karena usus menyempit dan makanan sulit dicerna.
Tak hanya itu, air dingin juga dapat memicu respon dari saraf vagus, yakni bagian dari sistem saraf otonom.
Rangsangan dari air dingin yang dikonsumsi bisa menyebabkan detak jantung menurun secara tiba-tiba. Dalam beberapa kasus, ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga pusing.
Fenomena lain yang juga sering terjadi akibat konsumsi air dingin berlebihan adalah "brain freeze" atau rasa nyeri mendadak di kepala.
Hal ini dipicu oleh saraf sensitif di bagian belakang tenggorokan yang tiba-tiba terpapar suhu ekstrem.
"Selain itu, konsumsi air dingin diduga memperlambat proses pembakaran lemak. Lemak yang masuk ke tubuh cenderung lebih mudah mengendap, dan metabolisme tubuh menjadi tidak efisien," bebernya
"Kondisi ini juga berkaitan dengan menurunnya efektivitas rehidrasi serta potensi terjadinya sakit tenggorokan akibat perubahan suhu ekstrim," imbuhnya.
Mengingat berbagai dampak tersebut, pihaknya menyarankan masyarakat untuk bijak dalam memilih suhu minuman, terutama saat cuaca panas.
Air dengan suhu ruang atau sedikit hangat dinilai lebih aman bagi kesehatan tubuh. (rud/adi)
Editor : Adi Pras