Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ketua DPRD Jateng Ingatkan Pentingnya Skrining Kesehatan Jiwa, Sebut Gangguan Jiwa Setara Masalah Fisik

Rudi Hartono RS • Kamis, 21 Agustus 2025 | 00:14 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto menjadi narasumber acara "Penguatan Ketahanan Pangan Melalui Pemberdayaan Peternak Ayam" di Desa Baturan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Ketua DPRD Jateng Sumanto menjadi narasumber acara "Penguatan Ketahanan Pangan Melalui Pemberdayaan Peternak Ayam" di Desa Baturan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

RADARSOLO.COM-Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto mengajak masyarakat untuk tidak ragu dalam melakukan skrining kesehatan jiwa.

Ia menegaskan, deteksi dini kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Karena gangguan kejiwaan yang tidak tertangani bisa berpengaruh buruk pada kondisi fisik seseorang.

Hal tersebut diungkapkan Sumanto saat menjadi narasumber acara "Skrining Kesehatan Jiwa Bersama Pimpinan Dewan" di Kabupaten Klaten.

Menurut Sumanto, skrining kesehatan jiwa bertujuan mencegah berkembangnya masalah atau gangguan jiwa yang lebih parah.

Sekaligus meningkatkan proses pemulihan kesehatan secara menyeluruh.

Ia membeberkan data yang memprihatinkan, di mana depresi, ansietas, dan skizofrenia menjadi tiga gangguan kejiwaan dengan prevalensi tertinggi.

Sebanyak 1,4% penduduk usia di atas 15 tahun mengalami depresi, tetapi hanya 12,7% yang berobat. Sisanya, 87,30%, memilih untuk tidak berobat.

"Skrining kesehatan jiwa ini sering dianggap tabu. Padahal tak jarang banyak orang merasa stres karena situasi dan kondisi yang menekan dari lingkungan rumah, sekolah, hingga tempat kerja. Stres, jika tidak dikelola dengan baik, dapat memicu atau memperburuk gangguan jiwa," beber dia.

Dampak Gangguan Kejiwaan dan Pentingnya Pencegahan

Data terbaru menunjukkan, gangguan jiwa menjadi penyebab kedua Years Lived with Disability (YLDs) atau tahun produktif yang hilang karena disabilitas di Indonesia.

Posisi ini berada di bawah gangguan otot dan rangka, tetapi di atas penyakit organ indera, gangguan neurologis, dan penyakit tak menular lainnya.

Baca Juga: HUT ke-80 RI Jadi Momen Refleksi, Ketua DPRD Jateng Sumanto Sebut Generasi Muda Kunci Hadapi Tantangan Global

Ini menunjukkan betapa seriusnya dampak gangguan jiwa bagi produktivitas masyarakat.

Sumanto mengatakan, skrining kesehatan jiwa kini lebih mudah diakses. Masyarakat bisa melakukannya di Posyandu, layanan kesehatan gratis, hingga melalui aplikasi kesehatan.

"Jadi skrining ini sama pentingnya dengan cek kesehatan fisik. Gangguan jiwa bisa terjadi pada siapa saja, akan lebih baik jika terdeteksi lebih awal sehingga penanganannya menjadi lebih mudah," paparnya.

Ketua DPRD Jateng Sumanto memberikan sambutan dalam Rakor Pencegahan Korupsi di Gedung Merah Putih, Semarang, Kamis (17/7/2025).
Ketua DPRD Jateng Sumanto memberikan sambutan dalam Rakor Pencegahan Korupsi di Gedung Merah Putih, Semarang, Kamis (17/7/2025).

Agar terhindar dari gangguan kejiwaan, Sumanto menekankan pentingnya manajemen stres melalui hobi dan relaksasi.

Selain itu, menjaga komunikasi dengan keluarga dan teman adalah hal krusial.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memberikan dukungan kepada orang yang mengalami masalah psikologis dengan berempati dan mendorong mereka mencari bantuan profesional. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Kesehatan Jiwa #skrining #sumanto #Ketua DPRD Jateng