RADARSOLO.COM - Overweight dan obesitas kini bukan sekadar persoalan estetika, melainkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Sebab itu, perlu ditangani dengan baik dan tepat.
Pakar Bioteknologi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Dono Indarto menyebutkan, ada tiga faktor utama penyebab patogenesis obesitas. Mulai dari konsumsi makanan berlebih, rendahnya pengeluaran energi, serta kurangnya aktivitas fisik.
“Gangguan metabolik kelebihan berat badan atau overweight dan penyakit kegemukan atau obesitas adalah masalah global dan nasional,” jelas Dono, Rabu (27/8).
Menurut data World Obesity Federation (WOF), pada 2025 diperkirakan 25 persen populasi dunia dari anak-anak hingga lanjut usia mengalami overweight, sementara 9 persen menderita obesitas. Sementara, hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan angka overweight pada orang dewasa mencapai 28,95 persen dan obesitas 46,9 persen.
“Ketiga hal tersebut menyebabkan akumulasi lemak berlebih di jaringan lemak atau seluruh tubuh, khususnya di daerah perut dan paha,” imbuhnya.
Dono dan tim peneliti Fakultas Kedokteran UNS mengembangkan inovasi sederhana untuk mengatasi persoalan itu.
Pertama, mengubah urutan konsumsi buah dengan menempatkan buah di awal sebelum makan utama. Kedua, memberikan minuman herbal kombinasi bunga telang dan sari jeruk lemon (litrusia).
Dono mencontohkan, riset pada orang dewasa dengan diabetes yang mengalami overweight dan obesitas menunjukkan hasil signifikan.
Selama 30 hari, responden yang mengonsumsi buah tanpa membedakan indeks glikemik sebelum makan nasi, disertai berjalan kaki 10 menit, mengalami perpanjangan rasa kenyang. Kemudian penurunan kadar leptin hingga 38 persen, serta penyusutan lingkar pinggang rata-rata 5 sentimeter (cm).
Hasil penelitian mereka menunjukkan, pengaturan konsumsi buah dengan indeks glikemik berbeda sebelum dan sesudah makan utama dapat memperbaiki metabolisme pasien diabetes maupun orang dewasa dengan overweight dan obesitas.
Sementara itu, minuman herbal litrusia terbukti mampu memperbaiki metabolisme pada remaja putri dengan obesitas sentral.
“Pengaturan makan buah dan konsumsi minuman herbal litrusia bisa diimplementasikan di masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan. Harapannya, hal ini dapat mewujudkan generasi sehat di masa mendatang,” ujar Dono. (zia/bun)
Editor : fery ardi susanto