Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Serius Wujudkan Zero TBC pada 2030, Pemprov Jateng Tekankan Upaya Kolaboratif

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 12 September 2025 | 01:38 WIB
Wagub Jateng Taj Yasin hadiri Monitoring dan Evaluasi Public Private Mix TBC dan Intervensi TBC-HIV di Rooms Inc Hotel Pemuda, Semarang, Kamis (11/9/2025).
Wagub Jateng Taj Yasin hadiri Monitoring dan Evaluasi Public Private Mix TBC dan Intervensi TBC-HIV di Rooms Inc Hotel Pemuda, Semarang, Kamis (11/9/2025).

RADARSOLO.COM- Pemprov Jateng menekankan pentingnya upaya kolaboratif dari berbagai pihak untuk mewujudkan zero Tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng Yunita Dyah Kusminar mengatakan, capaian penanganan TBC di Jawa Tengah masih di bawah target, sehingga perlu digenjot lagi.

“Oleh karena itu, kami mengajak organisasi profesi dan asosiasi kesehatan untuk bersama-sama memperkuat penemuan kasus dan pengobatan TBC,” katanya dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Public Private Mix (PPM) TBC dan Intervensi TBC-HIV di Rooms Inc Hotel Pemuda, Semarang, Kamis (11/9/2025).

Yunita menambahkan, penggunaan teknologi x-ray portable menjadi terobosan penting, untuk mempercepat deteksi TBC secara mobile di seluruh daerah.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah Taj Yasin menyatakan, Jawa Tengah ditunjuk sebagai salah satu dari delapan provinsi untuk menjadi proyek percontohan menuju Zero TBC 2030.

Oleh karenanya, ia mengajak dinas-dinas terkait untuk berkerja keras pengatasi persoalan tersebut. “Kita harus terus bekerja keras,” tegasnya.

Diungkapkan Taj Yasin, tingkat kematian akibat TBC masih tinggi.

Karena itu, program Jogo Tonggo perlu kembali digencarkan lagi, karena penanganan TBC mirip seperti saat pandemi Covid-19.

“Banyak pasien tidak tuntas menjalani pengobatan, bahkan ada yang mengalami resistensi obat. Karena itu program Speling harus digerakkan masif, Jogo Tonggo seperti saat kita menangani Covid-19 dulu juga perlu digencarkan,” kata dia.

Adapun terkait pengadaan X-Ray Portable, Taj Yasin menegaskan telah diinput ke dalam rancangan anggaran tahun 2026.

Dengan begitu, deteksi TBC lebih cepat dan penanganan juga lebih maksimal.

Baca Juga: Anggaran Hibah PTS Naik Jadi Rp16,6 Miliar, Pemprov Jateng Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Kerja Sama Industri

Taj Yasin menambahkan, keberhasilan menekan kasus TBC akan berdampak besar pada pembangunan Jawa Tengah.

“Kalau angka TBC bisa ditekan, investor akan semakin yakin pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kita. Karena itu, kolaborasi lintas profesi dan semua pihak adalah kunci untuk mewujudkan Zero TBC 2030,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Jateng memberikan penghargaan kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan teladan tingkat provinsi.

Penghargaan diberikan kepada Hildan Awaludin dari Puskesmas Kedungbanteng Banyumas (kategori Petugas Tanggap Darurat Bencana di Puskesmas).

Kemudian Nugroho Lazuardi dari RSUD dr. Adhyatma Semarang (kategori Tenaga Kesehatan Inovatif di RS Pemerintah), serta dr. Agus Fitrianto dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (kategori Tenaga Medis Inovatif di RS Pemerintah).

Apresiasi juga diberikan kepada tiga daerah dengan kontribusi tertinggi dalam implementasi kolaborasi TBC-HIV, yakni Kabupaten Demak sebagai peringkat pertama, disusul Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Magelang.

Acara ini dirangkaikan dengan penandatanganan MoU bersama organisasi profesi kesehatan dalam rangka mendukung program Speling Melesat, sebuah inovasi untuk memperluas jangkauan layanan deteksi TBC di Jawa Tengah. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Zero TBC #pemprov #taj yasin #wagub jateng